Teemu Pukki Cetak Brace Bagi Finlandia, Layak Dipertahankan di FPL?

Kompas.com - 19/10/2019, 09:00 WIB
Pemain Norwich City, Teemu Pukki, saat bermain melawan Newcastle United di Stadion Carrow Road, Norwich, 17 Agustus 2019. AFP/GETTY IMAGES/MARC ATKINSPemain Norwich City, Teemu Pukki, saat bermain melawan Newcastle United di Stadion Carrow Road, Norwich, 17 Agustus 2019.

KOMPAS.com - Teemu Pukki mencetak gol saat memperkuat Finlandia setelah absen tiga laga bersama klubnya. Apakah ini berarti para manajer Fantasy Premier League ( FPL) harus mempertahankannya di tim mereka?

Teemu Pukki menyumbang dua dari tiga gol kemenangan Finlandia atas Armenia pada laga Kualifikasi Piala Eropa 2020, Selasa (15/10/2019).

Gol-gol tersebut menjadikan catatannya musim ini ke angka 10 gol dari 12 pertandingan bagi Finlandia dan Norwich City.

Penyerang berusia 29 tahun tersebut juga menjadi pencetak gol ketiga terbanyak negaranya dengan 22 gol, ia terpaut 10 gol dari sang pencetak gol sepanjang masa Finlandia, Jari Litmanen.

Baca juga: Jurus Komentator Inggris agar Lancar Ucapkan Nama Pemain Garuda Select

Finlandia belum pernah lolos ke Piala Dunia atau Piala Eropa tetapi kemenangan atas Liechtenstein pada laga berikut akan memastikan kelolosan mereka.

Gol-gol tersebut membangkitkan asa bagi para pemilik Teemu Pukki di game Fantasy Premier League.

Pemain Norwich City yang begitu trengginas dengan enam gol dari lima laga pertama musim kini kering dalam tiga laga terakhir.

Tak heran apabila ia pemain yang paling banyak ditransfer keluar sejauh ini dengan lebih dari 400 ribu manajer membuang sang bomber.

Statistik-statistik dari Fantasy Football Scout memang menunjukkan bagaimana Teemu Pukki menderita dalam beberapa laga Premier League terakhir.

Pukki mencatatkan 14 tembakan (13 dalam kotak penalti) dan 11 tepat sasaran dari empat laga pertama musim.

Akan tetapi, setelah itu pemain dengan nama lengkap Teemu Eino Antero Pukki ini hanya berhasil mencatatkan 10 tembakan (8 dalam kotak) dan 4 tepat sasaran.

Baca Juga: Timnas Jadi Bulan-bulanan di Kualifikasi Piala Dunia, Quo Vadis Simon?

Menariknya, 5 dari 8 tembakan Pukki pada periode waktu tadi dicatatkan dari sisi kiri kotak penalti.

Hal ini jauh berbeda ketimbang 13 tembakan dalam kotak penalti selama 4 laga pertama yang datang hampir dari semua arah.

Hal ini tentu tak menguntungkan apabila kita mengingat Teemu Pukki tidak berkaki kidal. Ia seperti terkucilkan ke sisi kiri penyerangan.

Penyebabnya bisa jadi aliran bola yang mandek mengingat bek kanan ultra ofensif, Max Aarons, absen dalam dua laga terakhir karena cedera engkel.

Absensi Aarons menyebabkan rasio serangan Norwich City dari sisi kanan merosot dari 38,2 persen pada 4 laga awal menjadi hanya 22,9 persen setelahnya. 

Satu hal lain yang membuat Pukki begitu berharga bagi para manajer FPL pada empat pekan pertama adalah ia sangat tajam berbanding kualitas tembakan yang didapatkan.

Pukki hanya mencatatkan xG 1,55 gol dari empat pertandingan awal Premier League tetapi mencetak 5 gol.

Metrik xG diciptakan oleh situs penyedia statistik, Opta, untuk menentukan harapan gol seorang pemain atau tim dalam suatu laga, tergantung besaran kualitas tembakan yang mereka dapatkan.

Baca Juga: Canelo Alvarez Terbuka untuk Menghadapi Petarung UFC, Asalkan...

Dalam kata lain, pada awal musim ini Pukki mencetak jauh lebih banyak gol dari yang diperkirakan. Tak banyak pemain atau tim yang secara reguler bisa mempertahankan konsistensi melebihi xG mereka dan hal ini terlihat juga dengan Pukki.

Pukki juga mendapatkan jauh lebih sedikit kesempatan besar mencetak gol.

Ia hanya mencatatkan 3 big chance dalam 4 laga terakhir, masih kalah antara lain dari Callum Wilson (Bournemouth), Wesley (Aston Villa, dan Chris Wood (Burnley).

Akan tetapi, Norwich mempunyai beberapa laga menarik di depan mata.

Akhir pekan ini mereka akan melawat ke Bournemouth yang kerap kesulitan mencatat clean sheet.

Kemudian, Pukki cs bakal menjamu Manchester United yang tengah terluka. Ingat, Norwich berhasil mengalahkan Manchester City 3-2 di Carrow Road pada pertengahan September 2019.

Norwich lalu akan bertandang ke Brighton dan menjamu Watford, dua tim yang menderita dengan serangan lawan musim ini.

Brighton, misalnya, telah mengizinkan lawan mereka mencatatkan 50 tembakan (31 di dalam kotak penalti) dari empat laga terakhir. Sementera, Watford terpuruk di dasar klasemen.

Performa panas Teemu Pukki bagi Finlandia dan fakta bahwa Norwich bakal menghadapi lawan-lawan yang di atas kertas jauh dari performa terbaik mungkin bisa meyakinkan para manajer Fantasy Premier League untuk mempertahankan sang pemain di tim mereka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X