Man United Vs Liverpool, Red Devils Bisa Babak Belur jika Main Terbuka

Kompas.com - 18/10/2019, 18:40 WIB
Anthony Martial dan Jesse Lingard merayakan gol Marcus Rashford pada laga Manchester United vs Chelsea di Stadion Old Trafford dalam lanjutan Liga Inggris, 11 Agustus 2019. AFP/OLI SCARFFAnthony Martial dan Jesse Lingard merayakan gol Marcus Rashford pada laga Manchester United vs Chelsea di Stadion Old Trafford dalam lanjutan Liga Inggris, 11 Agustus 2019.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Duel klasik antara Manchester United vs Liverpool akan berlangsung pada pekan kesembilan Premier League, kasta tertinggi Liga Inggris.

Pertandingan antara Man United vs Liverpool akan berlangsung di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (20/10/2019) malam WIB.

Jelang pertandingan, sebuah peringatan diberikan kepada The Red Devils, julukan Man United.

Legenda Liverpool, John Barnes, mewanti-wanti Man United agar tidak main terbuka.

Pasalnya, jika nekat main terbuka, Barnes khawatir Man United akan babak belur dan jadi bulan-bulanan The Reds, julukan Liverpool.

Baca juga: Tersingkir dari Skuad Utama Barcelona, Rakitic Tak Mau Hijrah ke Man United

"Jika Manchester United yang sekarang di bawah Ole Gunnar Solskjaer kembali mencoba memainkan permainan terbuka yang menyenangkan, saya pikir Liverpool akan menghancurkan mereka," kata Barnes kepada Evening Standard.

"Jika Anda bertarung melawan Liverpool dan mencoba memainkan permainan terbuka, Manchester City bahkan menyesuaikan permainan mereka saat bermain melawan Liverpool!" ujar Barnes.

"Jadi, jika Manchester United datang dan berkata, 'Kami tim tuan rumah, mari mainkan permainan terbuka', saya pikir Liverpool akan mengalahkan mereka dengan nyaman," katanya.

Baca juga: Jelang Man United Vs Liverpool, Robertson Puji Rekan Senegara

Meski jadi tim tamu, Liverpool memang lebih diunggulkan dalam laga melawan Man United kali ini.

Juara Eropa musim lalu itu tengah on fire. Pasukan Juergen Klopp memimpin klasemen dengan raihan poin sempurna, 24 poin, hasil delapan kali menang dari delapan laga.

Sementara itu, Man United terdampar di peringkat ke-12 dengan baru mengoleksi sembilan poin.

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer baru dua kali menang dan sudah tiga kali kalah. Tiga laga lainnya berakhir imbang.

Selama hampir setahun menangani Man United, Solskjaer percaya diri dengan gaya menyerang yang diusungnya.

Hal itulah yang membuatnya dipuji saat masa-masa awal kepelatihannya.

Gaya Solskjaer itu tentu berbanding terbalik dengan pendahulunya, Jose Mourinho.

Mou lebih dikenal sebagai pelatih yang suka memainkan taktik "parkir bus", yakni bertahan sambil berupaya mencari peluang lewat serangan balik.

Baca juga: Jelang Man United Vs Liverpool, De Gea dan Pogba Dipastikan Absen

Gaya permainan itulah yang membuat Mou dikritik pendukung Man United dan berujung pemecatannya dari kursi pelatih.

Meski demikian, Barnes menilai gaya seperti itulah yang kini diperlukan Man United.

Walau harus disadari, bermain bertahan dan hanya berharap serangan balik seharusnya tidak dilakukan tim yang menjadi tuan rumah.

"Bertahan cukup dalam akan membuat mereka punya kesempatan menguasai bola," kata Barnes.

"Namun, itu bukan gaya permainan yang sudah dilakukan Solskjaer. Pola seperti itu justru membuat Mourinho sering dikritik," ujar Barnes.



Sumber GOAL
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X