Sosok Mendiang Choirul Huda di Mata Bek Persela

Kompas.com - 16/10/2019, 09:12 WIB
Aksi Ahmad Birrul Walidain (kiri) dalam pertandingan uji coba lawan Persewar Waropen, Rabu (8/5/2019) malam. Dok. Official PerselaAksi Ahmad Birrul Walidain (kiri) dalam pertandingan uji coba lawan Persewar Waropen, Rabu (8/5/2019) malam.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Tepat dua tahun lalu, penjaga gawang sekaligus legenda Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia.

Kala itu, dia memperkuat tim Laskar Joko Tingkir, julukan Persela, bertanding menghadapi Semen Padang dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Surajaya, Lamongan.

Huda berpulang setelah terlibat dalam sebuah insiden dalam pertandingan Liga 1. Dia sempat mendapat pertolongan medis hingga dirujuk ke rumah sakit.

Sayang, bantuan medis yang dilakukan saat itu, tidak mampu menolong sang legenda yang akhirnya pergi untuk selamanya.

Baca juga: Cara Persela Mengenang Sekaligus Menghormati Choirul Huda

Kini, tim dan juga para pendukung Persela mendoakan supaya arwah sang legenda dapat pengampunan dan diterima oleh Sang Maha Pencipta.

Termasuk, mengenang jasa almarhum yang selama menjalani karier profesional hanya memperkuat tim Laskar Joko Tingkir.

Sebuah komitmen dan prestasi yang dipersembahkan Choirul Huda bersama Persela, rupanya menjadi inspirasi bagi para pesepak bola asal Lamongan, termasuk Ahmad Birrul Walidain.

"Perjuangan beliau dalam setiap pertandingan, mungkin itu yang harus bisa saya contoh," ucap Birrul yang biasa bermain sebagai bek kanan Persela, Selasa (15/10/2019).

Saat ditanya apakah dirinya bakal mengikuti jejak Choirul Huda yang loyal dan berkomitmen memperkuat Persela hingga pensiun nanti, Birrul tidak memberikan jawaban pasti.

"Insya Allah, saya pribadi ingin lebih berprestasi lagi untuk membawa Persela meraih prestasi yang lebih baik lagi," kata dia.

Baca juga: Satu Tahun Choirul Huda Meninggal, Skuad Persela Ziarah ke Makam

Hanya saja Birrul sedikit memberikan bocoran mengenai kekurangan kondisi tim Laskar Joko Tingkir saat ini, semenjak ditinggal oleh sang legenda untuk selamanya.

"Mungkin sosok motivator ya, semangat perjuangan itu mungkin yang kurang," ujar dia.

Saat ini, Persela masih berjuang untuk bisa mengamankan posisi dari ancaman degradasi Liga 1 2019.

Dengan pertandingan terdekat, Persela akan menjamu PSIS Semarang di Stadion Surajaya, 18 Oktober 2019 mendatang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X