Roberto Carlos, dari Tidur dengan Ronaldo hingga Pelatih Seumur Jagung

Kompas.com - 12/10/2019, 06:50 WIB
Dari kiri ke kanan: Roberto Carlos, Santiago Solari, Ronaldo, dan Michel Salgado, bercanda dalam sesi latihan Real Madrid, 21 Agustus 2003. JAVIER SORIANO/AFPDari kiri ke kanan: Roberto Carlos, Santiago Solari, Ronaldo, dan Michel Salgado, bercanda dalam sesi latihan Real Madrid, 21 Agustus 2003.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Mantan bek timnas Brasil, Roberto Carlos, menceritakan pengalamannya bersama mantan rekan setimnya, Ronaldo Luis Nazario de Lima.

Carlos dan Ronaldo sama-sama membela timnas Brasil pada era yang sama.

Keduanya juga pernah bermain bersama di Real Madrid.

Menurut Carlos, banyak hal gila yang dilakukannya dengan Ronaldo.

Meski tak merinci, Carlos menyebut dirinya selalu menjadi rekan sekamar Ronaldo.

"Saya bertemu Ronaldo pada 1993 dan sejak saat itu kami selalu berbagi kamar," kata Carlos kepada televisi Portugal, seperti dikutip oleh AS.

"Saya lebih sering tidur dengan Ronaldo daripada istri sendiri!" ujar Carlos.

Carlos mengaku masih kerap mengingat kembali masa-masa kebersamannya dengan Ronaldo itu.

"Hari ini ketika saya melihat lagi ke belakang, saya pikir bagaimana mungkin kami bisa menghabiskan begitu banyak kegilaan?" lanjut Carlos.

Baca juga: Roberto Carlos Dampingi Zidane di Sesi Latihan Real Madrid

Carlos kemudian menceritakan kebiasannya bepergian dengan jet pribadi dengan Ronaldo ke suatu tempat.

Menurut Carlos, terminal pribadi di Bandara Barajas, Madrid, diisi beberapa pesawat jet pribadi dari beberapa pemain bintang Madrid lainnya, mulai dari David Beckham, Luis Figo, dan Zinedine Zidane.

"Saya biasa berdoa saat pertandingan hari Sabtu supaya saya bisa pergi ke Formula 1 pada hari Minggu," ujar Carlos.

Lebih lanjut, Carlos juga menceritakan beberapa pelatih Madrid "seumur jagung", yang tak bertahan lama, akibat tak bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan para pemain.

Ia kemudian mencontohkan Jose Antonio Camacho.

Menurut Carlos, para pemain Real Madrid selalu mampu mengelola situasi dengan baik  hingga suasana rukun.

Namun, hal itulah yang dinilainya tidak bisa dilakukan oleh Camacho.

Camacho tercatat hanya bertahan di Madrid dalam hitungan hari, yakni sekitar 10 hari.

"Dia datang ke ruang ganti, menyapa semua orang dengan sangat serius, lalu berkata 'Saya ingin semua orang di sini untuk latihan besok pagi pukul 07.00'," ujar Carlos.

"Kami biasanya berlatih pukul 10.30. Kami berbicara dengannya untuk mencoba membuatnya mengubah waktu. Kami memiliki kebiasaan kami," kata Carlos.

Baca juga: Tendangan Bebas Ajaib Roberto Carlos Bisa Dilakukan Lagi, Asalkan...

Selain Camacho, pelatih lain yang berumur pendek adalah Vanderlei Luxemburgo.

Carlos menyebut pelatih asal Brasil itu pernah mengeluarkan kebijakan membatasi akses pemain ke tempat minum bir dan anggur sebelum pertandingan.

"Ronaldo dan saya mengatakan kepadanya, 'Profesor, orang-orang di sini memiliki kebiasaan mereka, Anda akan melihatnya, tetapi jangan mencoba mengubahnya'," kata Carlos.

"Jangan mengambil anggur dari meja atau menghentikan bir sebelum makan malam atau Anda akan menemukan masalah," katanya.

"Apa yang dia lakukan? Pertama dia mengambil anggur, lalu dia melarang bir. Dia bertahan tiga bulan," kata Carlos.



Sumber GOAL
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X