Ingin Sabet Emas Olimpiade bagi Jepang, Naomi Osaka Tolak Jadi Warga Negara Amerika

Kompas.com - 11/10/2019, 17:00 WIB
Petenis Jepang, Naomi Osaka, mencium trofi Australian Open 2019. Petenis 21 tahun ini meraih gelar grand slam keduanya setelah mengalahkan Petra Kvitova (Ceko) di laga final, Sabtu 26 Januari 2019. DAVID GRAYPetenis Jepang, Naomi Osaka, mencium trofi Australian Open 2019. Petenis 21 tahun ini meraih gelar grand slam keduanya setelah mengalahkan Petra Kvitova (Ceko) di laga final, Sabtu 26 Januari 2019.

KOMPAS.com - Petenis putri Jepang, Naomi Osaka, secara tegas menolak tawaran dari pemerintah Amerika Serikat untuk menjadi warga negara mereka.

Dilansir BolaSport.com dari Reuters, penolakan ini dilakukan Naomi Osaka karena dia sangat ingin membela Jepang pada Olimpiade 2020.

Tahun depan, pesta olahraga dunia empat tahunan itu akan berlangsung di Tokyo, Jepang, negara asal Osaka.

Baca juga: Naomi Osaka Susul Djokovic Angkat Koper dari US Open 2019

Tentu, sebagai petenis yang saat ini tengah berada di puncak karier, Osaka memiliki mimpi menyumbang medali emas Olimpiade bagi negaranya ketika menjadi tuan rumah.

Hal tersebut menunjukkan betapa besarnya Osaka menjunjung nasionalisme, meski dalam beberapa waktu terakhir sempat mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari orang-orang Jepang.

Salah satunya ialah komentar rasial dari duo komedian Jepang yang mengatakan bahwa Osaka "terlalu cokelat" dan "butuh pemutih".

Sebagai negara dengan suku bangsa homogen, Jepang memang terbilang agak sulit menerima fakta pernikahan campuran alias antarbangsa yang terjadi kepada kedua orang tua Naomi Osaka.

Alhasil, stigma "haafu" alias "setengah Jepang" masih menempel di sosok Osaka, petenis nomor satu dunia pertama yang dimiliki Negeri Matahari Terbit.

Baca juga: Naomi Osaka Terpukul Usai Dikalahkan Petenis 33 Tahun di Miami Open

Naomi Osaka adalah petenis yang lahir di Jepang dari ayah berkebangsaan Haiti dan ibu berkebangsaan Jepang.

Namun, dia dibesarkan di Amerika Serikat (AS).

Secara legal, Osaka bisa menjadi warga negara AS karena seusai dengan regulasi pemerintahan di Negeri Paman Sam dan juga Jepang, setiap penduduk usia dewasa berhak mendapatkan kewarganegaraan ganda. (Diya Farida Purnawangsuni)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BolaSport
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X