Ambisi Petarung Hafid Nur Maradi di Perhelatan One Pride

Kompas.com - 09/10/2019, 19:12 WIB
Menpora Imam Nahrawi didamping Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Gatot S Dewa Broto dan Staf Khusus Kemenpora Taufik Hidayat saat menerima audiensi Anindra Ardiansyah Bakrie beserta rombongan Tim One Pride Mixed Martial Arts (MMA)  di Lantai 10, Kemenpora, Jakarta, Rabu (28/9). Menpora Imam Nahrawi didamping Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Gatot S Dewa Broto dan Staf Khusus Kemenpora Taufik Hidayat saat menerima audiensi Anindra Ardiansyah Bakrie beserta rombongan Tim One Pride Mixed Martial Arts (MMA) di Lantai 10, Kemenpora, Jakarta, Rabu (28/9).

JAKARTA, KOMPAS.com - Petarung Hafid Nur Maradi punya ambisi di perhelatan One Pride.

Menurut laman antaranews.com, Hafid yang menjadi juara nasional kejuaraan tarung bebas (MMA) kelas bulu One Pride Pro Never Quit ini akan mempertahankan gelarnya melawan Aep Saepudin.

Pertandingan berlangsung pada Sabtu (19/10/2019).

Lokasi laga ada di Tenis Indoor Senayan, Jakarta.

Atlet seni bela diri campuran atau mixed martial arts ( MMA) asal Filipina, Kevin Belingon, berhasil meraih gelar juara dunia bantamweight (kelas bantam) setelah mengalahkan lawannya, Bibiano Fernandes (Brasil) dalam laga ONE Championship bertajuk ONE: Heart of The Lion yang digelar di Singapura, tepatnya di Singapore Indoor Stadium, Jumat (9/11/2018).DOK. ONE Championship Atlet seni bela diri campuran atau mixed martial arts ( MMA) asal Filipina, Kevin Belingon, berhasil meraih gelar juara dunia bantamweight (kelas bantam) setelah mengalahkan lawannya, Bibiano Fernandes (Brasil) dalam laga ONE Championship bertajuk ONE: Heart of The Lion yang digelar di Singapura, tepatnya di Singapore Indoor Stadium, Jumat (9/11/2018).

Hafid berencana merebut gelar sabuk abadi pada pertandingan itu.

Sabuk abadi adalah gelar bagi petarung yang mampu tiga kali mempertahankan gelarnya.

Sejak 2016, Hafid sudah bertarung di One Pride.

Pada season pertama itu, Hafid menjadi juara kelas bulu.

Hafid memenangi pertarungan gelarnya yang ketiga melawan Deni Arif Fadillah pada 2018.

Lantas, pada Agustus 2019, Hafid yang berjulukan The Avatar berhasil menghentikan perlawanan Novian Hartanto kurang dari 3 menit.

Petarung seni bela diri campuran atau mixed martial arts (MMA) asal Indonesia, Rudy Agustian.Dok. ONE Championship Petarung seni bela diri campuran atau mixed martial arts (MMA) asal Indonesia, Rudy Agustian.

Kemenangan submission ke-10 Hafid itu menempatkan dirinya sebagai pemegang rekor submission terbanyak di One Pride MMA.

"Saya fokus 120 persen. Apabila besok masih diizinkan menang, sabuk abadi hanyalah bagian dari perjalanan karier MMA saya," ujar Hafid.

Sementara, bagi Aep Saepudin, pertarungan versus Hafid adalah pertarungan pribadi.

Aep ingin membalaskan dua kali kekalahan melawah Hafid.

Pertama pada 2016.

Kedua pada 2018.

CEO ONE Championship, Chatri Sityodtong, dalam acara Global Martial Arts Summit di JW Marriott, Singapura, Kamis (8/11/2018).KOMPAS.com/Eris Eka Jaya CEO ONE Championship, Chatri Sityodtong, dalam acara Global Martial Arts Summit di JW Marriott, Singapura, Kamis (8/11/2018).

Aep, petarung berjulukan The Raging Bull pernah mengalahkan Ahmad Abdirahma Yogaswara di ronde pertama.

"Pertarungan melawan Hafid adalah tantangan besar," kata Aep.

One Pride adalah salah satu kejuaraan tarung bebas resmi di Indonesia.

Selain One Pride, ada juga kejuaraan yang levelnya lebih luas yakni One Championship.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X