Maria Londa dan Lalu Muhammad Zohri Mulai Persiapkan Target Baru

Kompas.com - 07/10/2019, 21:42 WIB
Atlet lompat jauh putri Indonesia, Maria Londa bertanding saat final Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (27/8/2018). Ia gagal meraih medali. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOAtlet lompat jauh putri Indonesia, Maria Londa bertanding saat final Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (27/8/2018). Ia gagal meraih medali.

KOMPAS.com – Maria Natalia Londa dan Lalu Muhammad Zohri mulai mempersiapkan target baru usai berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Atletik 2019.

PB PASI mengirimkan dua atlet ke Kejuaraan Dunia Atletik 2019 yakni Muhammad Zohri dan Maria Londa.

Sayangnya, baik Londa yang ikut di cabang lompat jauh maupun Zohri dari cabang lari gagal menembus babak final.

Maria Londa yang turun pada nomor lompat jauh terhenti pada babak penyisihan yang berlangsung di Stadion Internasional Khalifa, Qatar, Sabtu (5/10/2019).

Baca juga: Lalu Muhammad Zohri Gagal ke Semifinal Kejuaraan Dunia Atletik 2019

Maria mencatat lompatan terbaik 6,36 meter dari tiga percobaan. Hasil itu hanya membuatnya berada di urutan ke-26 dari 31 kontestan.

Catatan Maria Londa pada Kejuaraan Dunia Atletik 2019 masih kalah dari rekor terbaiknya tahun ini, yaitu 6,68 meter, pada Kejuaraan Nasional Atletik di Bogor pada Agustus.

Meski tidak dapat melangkah ke final, atlet berusia 29 tahun itu tetap bersyukur atas kesempatan kembali merasakan atmosfer kompetisi level top dunia.

"Hasil ranking 26 dengan lompatan 6,36 m yang saya capai bukanlah lompatan terbaik saya," tulis Maria Londa dalam unggahan akun Instagram pribadinya.

"Namun dengan hasil yang saya capai pada usia ini, saya ingin mengatakan bahwa usia tidaklah menjadi penghalang seorang atlet untuk berprestasi."

Baca juga: Muhammad Zohri Belum Tentu Berangkat ke SEA Games 2019

Seperti Maria Londa, Lalu Muhammad Zohri juga terhenti pada babak penyisihan Kejuaraan Dunia Atletik 2019.

Turun pada nomor lari 100 meter putra, sprinter asal Lombok itu hanya menempati peringkat keenam pada heat 6 di Stadion Internasional Khalifa, Qatar, Sabtu (28/9/2019).

Zohri finis dengan catatan waktu 10,36 detik. Dia terpaut 0,38 detik dari pelari Amerika Serikat, Christian Coleman (9,98), yang pada akhirnya meraih medali emas.

Dilansir BolaSport.com dari laman PB PASI, Zohri memang tidak mendapat tekanan untuk bisa meraih hasil bagus dalam debutnya di Kejuaraan Dunia Atletik.

"Zohri belum saatnya membuat kejutan di sini, terlalu banyak pelari yang jauh lebih hebat, baik dari segi prestasi maupun pengalaman," kata Sekretaris PB PASI Tigor Tanjung.

Menurut Tigor, setiap kejuaraan internasional yang diikuti Zohri akan menjadi bekal serta mematangkan teknik dan mental sprinter berusia 19 tahun itu.

Sementara Maria Londa mewakili kontingen Indonesia pada SEA Games 2019 di Filipina, Lalu Muhammad Zohri akan langsung difokuskan untuk tampil pada Olimpiade 2020 di Tokyo.

Masih menurut Tigor, PB PASI menyusun program bagi Zohri untuk mencapai target catatan waktu di bawah 10 detik pada ajang Olimpiade 2020. (Ardhianto Wahyu Indraputra)



Sumber PB PASI
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X