Man United Melakukan Kesalahan Sama seperti Liverpool Dahulu

Kompas.com - 07/10/2019, 21:22 WIB
Manchester Uniteds Norwegian manager Ole Gunnar Solskjaer gestures to fan at the final whistle during the English Premier League football match between West Ham United and Manchester United at The London Stadium, in east London on September 22, 2019. (Photo by Ian KINGTON / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or live services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. / AFP/IAN KINGTONManchester Uniteds Norwegian manager Ole Gunnar Solskjaer gestures to fan at the final whistle during the English Premier League football match between West Ham United and Manchester United at The London Stadium, in east London on September 22, 2019. (Photo by Ian KINGTON / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or live services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Baca Juga: Disalip Marquez di Tikungan Terakhir, Quartararo Marah-marah ke Diri Sendiri

"Anda perlu manajer sesungguhnya seperti Juergen Klopp atau Pep Guardiola. Namun, apa yang akan Anda lakukan jika membuangnya sekarang, langkah apa yang bakal diambil?" lanjut Redknapp.

Kendati demikian, catatan sejarah menunjukkan bahwa Liverpool era Jamie Redknapp lebih stabil ketimbang Man United sekarang.

Setelah Sir Kenny Dalglish hengkang pada 1991, The Reds hanya memiliki empat pelatih permanen sampai 2010.

Mereka adalah Greame Souness (1991-1994), Roy Evans (1994-1998), Gerard Houllier (1998-2004), dan Rafa Benitez (2004-2010). 

Baca Juga: Hasil MotoGP Thailand 2019 - Serba-serbi Musim Fantastis Marc Marquez

Sementara, Manchester United telah memiliki empat pelatih permanen hanya dalam waktu enam tahun sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013.

Kuartet tersebut adalah David Moyes (2013-2014), Louis van Gaal (2014-2016), Jose Mourinho (2016-2018), dan Ole Gunnar Solskjaer (2019-sekarang).

Pelatih dengan masa bakti paling lama dari nama-nama tersebut adalah Jose Mourinho (900 hari). Sementara, dari kubu Liverpool, Rafa Benitez mencatatkan hari menjabat terlama (2.163 hari).

Selain pelatih yang tak mumpuni, pendapat Jamie Redknapp ditimpali oleh Graeme Souness.

Pria asal Skotlandia ini mengatakan bahwa strategi transfer klub berujung ke skuad terburuk Manchester United yang pernah ia lihat di Premier League.

"Ini Manchester United, salah satu klub sepak bola terbesar di dunia dan mereka jauh sekali dari di mana mereka berada beberapa tahun silam," tutur tiga kali pemenang Piala Champions bersama Liverpool (1978 ,1981, dan 1984) tersebut.

"Mudah mengatakan bahwa pemain-pemain yang absen akan memberikan dimensi lebih. Akan tetapi, saya tak melihat ada banyak perubahan apabila mereka turun dengan tim lengkap."

"Saya telah mengatakan beberapa pekan lalu bahwa ini adalah grup Manchester United paling medioker sepanjang sejarah Premier League. Mereka pemain-pemain bagus dan memberikan segalanya, tetapi mereka tak cukup bagus," ujarnya menutup.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky Sports
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SEA Games 2019, Timnas U23 Singapura Kena Sidak Jam Malam

SEA Games 2019, Timnas U23 Singapura Kena Sidak Jam Malam

Liga Indonesia
Timnas U23 Vs Myanmar, Pesan Sang Kapten Garuda Muda

Timnas U23 Vs Myanmar, Pesan Sang Kapten Garuda Muda

Liga Indonesia
Timnas U23 Indonesia Vs Myanmar, Misi Medali Emas Sejak 18 Tahun Silam

Timnas U23 Indonesia Vs Myanmar, Misi Medali Emas Sejak 18 Tahun Silam

Liga Indonesia
Timnas U23 Indonesia Vs Myanmar, Indra Sjafri Antisipasi Adu Penalti

Timnas U23 Indonesia Vs Myanmar, Indra Sjafri Antisipasi Adu Penalti

Liga Indonesia
Update Klasemen SEA Games 2019, Indonesia Naik ke Peringkat Ke-2

Update Klasemen SEA Games 2019, Indonesia Naik ke Peringkat Ke-2

Olahraga
Pesan Aji Santoso untuk Gelandang Timnas U23 yang Jadi Top Skor SEA Games 2019

Pesan Aji Santoso untuk Gelandang Timnas U23 yang Jadi Top Skor SEA Games 2019

Liga Indonesia
Aldila Sutjiadi Persembahkan Emas Pertama Tenis di SEA Games 2019

Aldila Sutjiadi Persembahkan Emas Pertama Tenis di SEA Games 2019

Olahraga
PSS Sleman Vs Persib Bandung, Maung Bandung Fokus Pulihkan Mental

PSS Sleman Vs Persib Bandung, Maung Bandung Fokus Pulihkan Mental

Liga Indonesia
Tenis, Pentathlon, dan Menembak Tambah Koleksi Emas Indonesia di SEA Games 2019

Tenis, Pentathlon, dan Menembak Tambah Koleksi Emas Indonesia di SEA Games 2019

Olahraga
Strategi Persib Hindari Efek Domino Jadwal Padat Kompetisi

Strategi Persib Hindari Efek Domino Jadwal Padat Kompetisi

Liga Indonesia
SEA Games 2019, Agus Prayogo Bersyukur Sumbang Emas untuk Indonesia

SEA Games 2019, Agus Prayogo Bersyukur Sumbang Emas untuk Indonesia

Olahraga
Miroslav Klose, Catatan Karier Gemilang Sang Legenda Jerman

Miroslav Klose, Catatan Karier Gemilang Sang Legenda Jerman

Bundesliga
Ada Rasa Trauma Saat Irfan Jaya Cetak Gol

Ada Rasa Trauma Saat Irfan Jaya Cetak Gol

Liga Indonesia
Barito Putera Vs Semen Padang, Laskar Antasari Butuh 3 Poin Lagi untuk Bertahan di Liga 1

Barito Putera Vs Semen Padang, Laskar Antasari Butuh 3 Poin Lagi untuk Bertahan di Liga 1

Liga Indonesia
Indonesia Vs Myanmar, Zulfiandi Ungkap Titik Berbahaya dari Sang Lawan

Indonesia Vs Myanmar, Zulfiandi Ungkap Titik Berbahaya dari Sang Lawan

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X