Jadi Bakal Calon Wakil Ketum PSSI, Hinca Pandjaitan Tegaskan Sepak Bola Milik FIFA

Kompas.com - 07/10/2019, 08:00 WIB
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaSekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hinca Pandjaitan menjadi salah satu orang yang mendaftar sebagai bakal calon Wakil Ketua Umum (Ketum) PSSI periode 2019-2023.

Hinca tetap pada prinsip lamanya bahwa sepak bola adalah milik FIFA.

Hinca Pandjaitan bukan tokoh baru dalam pentas sepak bola nasional. Dia pernah menjabat beberapa pos strategis di PSSI. Salah satunya adalah menjadi Plt Ketua Umum PSSI pada tahun 2016 lalu.

Belakangan, Hinca memang tidak lagi aktif di kepengurusan PSSI. Akan tetapi, pria berusia 55 tahun itu tidak melepaskan dirinya dari aktivitas di bidang sepak bola.

"Main bola dengan anak-anak sambil ngajari 'the Rules of the Game sepak bola yang dibuat IFAB - FIFA sebagai panduan memainkan sepak bola," kata Hinca kepada Kompas.com.

Bahkan, Hinca masih tetap memegang prinsip bahwa sepak bola adalah milik FIFA.

Prinsip yang dipegang oleh Hinca ini pernah begitu populer beberapa tahun lalu seusai Hinca bicara di sebuah acara talkshow yang dipandu Najwa Sihab.

"Sepak bola itu milik FIFA. Ini yang enggak pernah ditanya sama jurnalis, bahkan stakeholder sepak bola. Padahal inti dan substansi serta KM [kilometer] nolnya sepak bola itu ya 'the Rules of the Game," kata Hinca.

Baca juga: PSSI Apresiasi Keikutsertaan Klub pada Liga 1 Putri 2019

"Tak mungkin Anda bisa bermain bola dengan baik dan bisa memenangi pertandingan jika Anda tak memahami filosofi dasarnya. Jadi, soal sepak bola sesungguhnya soal hukum yang saya sebut lex sportiva. Disertasi saya sebagai doktor hukum tentang hal ini," kata Hinca.

Pria asal Asahan, Sumatra Utara, itu memang menulis disertasi tentang hukum negara dan hukum FIFA. Disertasi tersebut kemudian diterbitkan menjadi buku dengan judul 'Kedaulatan Negara vs Kedaulatan FIFA'.

"Sudah membacanya?," tanya Hinca.

Terkait pencalonan sebagai bakal calon wakil ketua PSSI, Hinca masih belum ingin banyak memberi komentar. Dia memilih untuk menunggu proses yang akan dilakukan PSSI terkait pendaftaran dan administrasinya.

Baca juga: PSSI Apresiasi Keikutsertaan Klub pada Liga 1 Putri 2019

"Nanti saya komentar setelah diumumkan ya oleh Komite Pemilihan. Sabar ya, woles," tutup Hinca.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X