Madura United Vs Persib Diwarnai Penalti Kontroversial, Satgas Antimafia Bola Siap Turun Tangan

Kompas.com - 06/10/2019, 15:32 WIB
Pemain asing Madura United, Aleksandar Raki? dijaga ketat pemain Persib Bandung Ardi Idrus pada Pekan 22 Liga 1 2019 yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (05/10/2019) malam. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPemain asing Madura United, Aleksandar Raki? dijaga ketat pemain Persib Bandung Ardi Idrus pada Pekan 22 Liga 1 2019 yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (05/10/2019) malam.

Supardi, yang juga bermain dalam tiga lawatan terakhir Persib ke markas Madura United itu mengaku, sebelum pertandingan dirinya dan pemain lain sudah diperingatkan agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya hal non teknis yang akan merugikan Persib.

Baca juga: Madura United Vs Persib Bandung, Maung dalam Kepercayaan Diri Tinggi

Pemain berusia 36 tahun itu mengatakan, semua pemain sudah mencoba tidak memikirkannya dan fokus ke pertandingan. Akan tetapi, apa yang ditakutkan pun terjadi. Supardi mengatakan, itu di luar kuasanya sebagai pemain.

"Nonteknis sudah kami antisipasi. Dari manajer juga sudah kasih tahu, hati-hati dan ini terjadi hari ini," tutur Supardi.

"Tetapi itu di luar kuasa kami, kami cuma bisa kerja keras dan ikhtiar. Itu di luar kuasa kami," ungkapnya.

Satgas siap turun tangan

Tingginya sorotan terhadap laga Madura United vs Persib, membuat Satgas Antimafia Bola bereaksi dan siap turun tangan untuk mengusut apa yang terjadi dalam laga pekan ke-22 Liga 1 2019 itu.

Kepala Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Hendro Pandowo, dalam kolom komentar Instagram pribadinya mengatakan siap untuk melakukan penyelidikan terhadap laga tersebut.

Reaksi Hendro, tak dimungkiri karena kolom komentar di Instagram pribadinya, dipenuhi oleh Bobotoh yang meminta Satgas untuk menyelidiki kemungkinan adanya peran mafia bola dalam laga Madura United vs Persib.

Hendro pun merespons permintaan tersebut, dan mengaku sudah menugaskan Satgas di wilayah Jawa Timur untuk menyelidikinya.

"Terima kasih informasinya. Sudah saya sampaikan Kasatgas Wil Jawa Timur untuk melakukan penyelidikan, nuhun," tulis Hendro Pandowo.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X