Maldini Tetap Bela Giampaolo meski AC Milan sedang Krisis Performa

Kompas.com - 30/09/2019, 11:56 WIB
Direktur Teknik AC Milan, Paolo Maldini, saat menghadiri laga antara Torino dan AC MIlan di Stadion Grande Torino, Turin, 28 April 2019. AFP/MARCO BERTORELLODirektur Teknik AC Milan, Paolo Maldini, saat menghadiri laga antara Torino dan AC MIlan di Stadion Grande Torino, Turin, 28 April 2019.

KOMPAS.com - Legenda AC Milan yang kini menjabat sebagai direktur klub, Paolo Maldini, mempertahankan keputusan manajemen Rossoneri menunjuk pelatih Marco Giampaolo.

Marco Giampaolo berada dalam sorotan tajam setelah membawa AC Milan ke dalam krisis performa awal musim ini di pentas Liga Italia.

Gianluigi Donnarumma cs terjerembap ke peringkat 16 di klasemen sementara Serie A saat laga sudah memasuki pekan keenam.

AC Milan hanya terpaut dua setrip dan unggul satu poin atas tim terdekat penghuni zona degradasi, Genoa.

Baca juga: AC Milan Vs Fiorentina, Giampaolo Sebut Timnya seperti Tak Pernah Latihan

Melorotnya posisi Milan kentara setelah menelan kekalahan 1-3 saat menjamu Fiorentina, Minggu (29/9/2019).

Kini Giampaolo sudah merasakan 4 kekalahan dalam 6 partai perdana sebagai pelatih baru di Serie A.

Tuntutan pemecatan pun sudah mengemuka luas di media.

Nama Andriy Shevchenko, Massimiliano Allegri, hingga pelatih yang digantikan Giampaolo, Gennaro Gattuso, muncul lagi pada bursa kandidat.

Namun, Paolo Maldini masih menyematkan kepercayaan buat eks pembesut Sampdoria tersebut.

"Saya ulangi apa yang saya katakan minggu lalu. Kami yang memilih pelatih. Kami akan selalu membelanya," kata Maldini, dikutip BolaSport.com dari La Gazzetta dello Sport.

"Kami memiliki tim yang masih muda, kami tahu telah mengambil risiko akan hal ini. Tentu saja 4 kekalahan dalam 6 partai sudah terlalu banyak, tetapi kualitas pemainan tim juga tak memuaskan," ujar eks kapten Milan dan timnas Italia tersebut.

Karena alasan itulah Maldini masih berharap Giampaolo memperbaiki segala kekurangan di tengah waktu yang mepet agar Milan segera bangkit.

Baca juga: AC Milan Vs Fiorentina, Rossoneri Ulangi Catatan Buruk 81 Tahun Lalu

Sang legenda ogah menjadikan Giampaolo sebagai kambing hitam.

"Tanggung jawab atas situasi ini harus dibagi. Ini kesalahan pemain, klub, pelatih, semua orang. Banyak pemain muda di tim ini, mereka tak bisa menanggung beban perbandingan dengan tim Milan yang berjaya pada masa lalu," ujar Maldini.

Ujung-ujungnya, Maldini berharap satu partai ke depan bisa menjadi momen kebangkitan bagi Rossoneri.

Momen tersebut tersaji ketika Milan menghadapi Genoa, Sabtu (5/10/2019).

"Saat ini mungin kami seperti tak ada jalan keluar, tetapi itu bisa ditemukan melalui kerja keras. Kami tahu bahkan situasi segelap apapun bisa berubah dalam sedetik," katanya lagi. (Beri Bagja)

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber BolaSport
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X