Manusia Tercepat di Dunia Absen, Kejuaraan Dunia Atletik Terasa Aneh

Kompas.com - 28/09/2019, 10:20 WIB
Pelari Jamaica, Usain Bolt, bertanding dalam ajang IAAF World Challenge Zlata Tretra (Golden Spike) di Ostrava, Republik Ceko, 28 Juni 2017. AFP/MILAN KAMMERMAYERPelari Jamaica, Usain Bolt, bertanding dalam ajang IAAF World Challenge Zlata Tretra (Golden Spike) di Ostrava, Republik Ceko, 28 Juni 2017.

DOHA, KOMPAS.com - Pemegang rekor lari 100 meter putra, Usain Bolt, untuk kali pertama dalam 16 tahun, absen pada Kejuaraan Dunia Atletik. 

Atlet berjulukan Manusia Tercepat di Dunia asal Jamaika itu absen pada Kejuaraan Dunia Atletik 2019 yang berlangsung di Doha, Qatar. 

Pemegang rekor lari 100 meter dengan catatan waktu 9,58 detik itu mundur pada 2017 selepas Kejuaraan Dunia Atletik di London. 

Ketika itu, Bolt yang kini berusia 33 tahun "hanya" meraih medali perunggu lantaran kalah bersaing dengan dua rivalnya dari Amerika Serikat, Justin Gatlin dan Christian Coleman. 

Baca juga: Lalu Muhammad Zohri Gagal ke Semifinal Kejuaraan Dunia Atletik 2019

Medali perunggu merupakan hal pertama yang didapat pada Kejuaraan Dunia Atletik karena sejak 2009 hingga 2015, Bolt selalu meraih medali emas. 

Sepanjang kariernya di Kejuaraan Dunia Atletik, Bolt menjadi atlet tersukses dengan koleksi 14 medali yang terdiri atas 11 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. 

Usain Bolt telah mundur dari dunia atletik, tetapi Justin Gatlin dan Christian Coleman yang menjadi pesaingnya masih berlomba. 

Christian Coleman menyisihkan pelari kebanggaan Indonesia, Lalu M Zohri, pada heat keenam penyisihan nomor lari 100 meter, Jumat (27/9/2019). 

Coleman bahkan menjadi yang tercepat pada babak penyisihan dengan catatan waktu 9,98 detik. 

Baca juga: Aksi Sportif seperti Film Cars Terjadi di Kejuaraan Dunia Atletik

Justin Gatlin pun lolos ke semifinal dengan torehan 10,06 detik, kalah cepat dari pelari Afrika Selatan, Akani Simbine. 

Ditanya soal persaingan Kejuaraan Dunia Atletik 2019, Gatlin mengaku merasa sedikit hampa. 

"Tak ada Usain Bolt di sini terasa aneh," kata Gatlin seperti dikutip Antaranews dari Reuters. 

"Ada di luar sana di trek telah memacu diri saya dan ada orang di luar sana telah memicu saya untuk menjadi yang terbaik," tuturnya. 

Di sisi lain, ketidakhadiran Usain Bolt, menurut Gatlin, membuka jalan bagi wajah-wajah baru untuk unjuk gigi.

Gatlin mengatakan, para pesaing kuat dalam 100m putra, termasuk rekan senegaranya Christian Coleman dan Zharnel Hughes dari Inggris, membuat sulit memprediksi siapa yang bakal merebut emas.

Hanya, menurut Gatlin, hal itu malah membuat adu sprint menjadi kian menarik untuk ditonton.

Baca juga: Ini Daftar Nama Resmi Atlet Atletik untuk SEA Games 2019

Hal itu juga diakui Andre De Grasse dari Kanada, yang berada di urutan kedua di belakang Gatlin.

Andre De Grasse mengatakan, ketidakhadiran Bolt tidak mengubah apa pun.

"Semua orang tetap berlari kencang dan tetap menggila, jadi kami tak memikirkannya," kata De Grasse.

Kejuaraan Dunia Atletik 2019 berlangsung antara 27 September dan 6 Oktober 2019. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X