FIFA Tanggapi Isu Soal Gelar Pemain Terbaik FIFA 2019 Milik Messi

Kompas.com - 27/09/2019, 10:00 WIB
Lionel Messi meraih penghargaan pemain terbaik dunia pada The Best FIFA Football Awards 2019 di Milan, 23 September 2019. AFP/MARCO BERTORELLOLionel Messi meraih penghargaan pemain terbaik dunia pada The Best FIFA Football Awards 2019 di Milan, 23 September 2019.
|

KOMPAS.comFIFA menepis isu yang beredar bahwa pemilihan terbaik terbaik yang diberikan kepada Lionel Messi ternyata sudah direkayasa sedemikian rupa.

FIFA lantas merilis dokumen yang sebelumnya diterima oleh mereka, untuk dibandingkan dengan beberapa tangkapan layar di media sosial terkait adanya pelasuan berkas.

Kabar tentang adanya rekayasa dalam pemilihan pemain terbaik FIFA muncul setelah adanya postingan viral yang menunjukkan FIFA secara sengaja telah mengatur pemilihan sedemikian untuk memenangkan messi

Dilansir dari Football Italia (26/9/2019) Dugaan ini muncul setelah adanya 3 hal yang mencurigakan menyeruak ke publik dalam penghargaan ini.

Baca juga: Kontroversi soal Gelar Pemain Terbaik FIFA 2019 Milik Messi

Pertama, adalah pengakuan dari kapten timnas Nikaragua, Juan Barrera.

Dalam laman twitternya Barrera menuliskan bahwa pilihannya tidak sesuai dengan hasil rilis FIFA sebelumnya.

Ia memberikan pernyataan tersebut beserta tangkapan layer dalam akun twitternya.

"Semua informasi tentang pilihan saya di #TheBest2019 adalah palsu, terima kasih," tulis Barrera.

Klub yang menaunginya, Real Esteli juga memberi respons sangat khawatir karena namanya dicatut dalam sebuah situasi sedangkan ia tak berpartisipasi.

Selain itu, pelatih timnas Sudan, Zdravko Lugarosic, mengklaim bahwa pilihannya juga diubah oleh FIFA.

Baca juga: Karena Huruf Kapital, Suara untuk Salah Jadi Tak Sah di Pemain Terbaik FIFA

Zdravko Lugarosic sebenarnya memilih Mohamed Salah di posisi pertama, Sadio Mane dan Kylian Mbappe berada di urutan kedua serta ketiga.

Akan tetapi dalam laporan FIFA tertulis bahwa ia memilih Messi, Van Dijk, dan Mane untuk menempati posisi pertama hingga ketiga.

Zdravko Lugarosic sempat mengambil gambar kertas pilihannya tersebut, yang memang sama sekali berbeda dengan pilihan yang tertera di situs FIFA.

Ada pula kabar yang datang dari negara Mohamed Salah, Mesir, dan federasi sepak bola mereka.

Dalam laporan FIFA, tak tampak pilihan dari pelatih dan kapten timnas Mesir, Shawki Ghareeb dan Ahmed El-Mohammadi.

Sedangkan dalam rilis resmi mereka, federasi sepak bola Mesir mengatakan bahwa keduanya sudah memberikan suaranya.

FIFA pun coba memberi respons terkait tuduhan rekayasa yang mereka lakukan untuk memenangkan Lionel Messi.

Sementara untuk kasus federasi sepak bola Mesir, FIFA berdalih jika suara dari kapten timnas Mesir dan pelatih Mesir tidak sah karena kesalahan teknis penulisan.

"Kami telah mengecek dokumen voting yang telah dikirimkan oleh FA Nikaragua dan semua dokumen telah ditandatangani dan dikonfirmasi resmi," kata juru bicara dari FIFA.

"Suara pemain dan pelatih timnas Mesir untuk Mohamed Salah tidak sah karena tandatangan mereka dengan huruf kapital dan surat suara tidak ditandatangani oleh Sekjen federasi sepak bola Mesir,"sambung pernyataan juru bicara FIFA.

Untuk kasus pelatih Sudan, banyak yang percaya jika kertas suara yang discreenshot Zdravko Lugarosic telah diedit menggunakan Photoshop. (Bagas Reza Murti)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X