Ada Kendala pada Penyelenggaraan F1 Belanda

Kompas.com - 25/09/2019, 14:05 WIB
Pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen, tengah menjalani sesi kualifikasi F1 GP Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps, 31 Agustus 2019. AFP/JOHN THYSPebalap Red Bull Racing, Max Verstappen, tengah menjalani sesi kualifikasi F1 GP Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps, 31 Agustus 2019.

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Tujuh bulan menjelang penyelenggaraan Grand Prix F1 Belanda di Sirkut Zandvoort, kendala pembangunan mengemuka.

Laman antaranews.com pada hari ini menulis, pengadilan tinggi Belanda melarang pemberian izin pembangunan sirkuit tersebut.

Pembangunan yang memfokuskan pada pelebaran sirkuit ternyata dilakukan dekat dengan cagar alam untuk mengurangi emisi nitrogen di masa depan.

Peraturan itu sejatinya juga menunda sejumlah proyek bernilai miliaran euro dari pembangunan jalan tol, perumahan, hingga bandar udara.

Posisi Sirkuit Zanfoort bersisian dengan cagar alam, di satu bagian.

Di bagian lain, sirkuit itu berada di garis pantai.

Max Verstappen dan Marc Marquez.
ISTIMEWA Max Verstappen dan Marc Marquez.

Adalah kelompok pemerhati lingkungan Mobilization for the Environment yang menaruh perhatian pada persoalan lingkungan itu mendukung keputusan pengadilan.

Pebalap Red Bull, asal Belanda, Max Verstappen, memacu mobilnya dalam sesi latihan bebas GP Bahrain di Sirkuit Internasional Sakhir, 29 Maret 2019. AFP/ANDREJ ISAKOVIC Pebalap Red Bull, asal Belanda, Max Verstappen, memacu mobilnya dalam sesi latihan bebas GP Bahrain di Sirkuit Internasional Sakhir, 29 Maret 2019.

Kelompok itu, bila perlu, akan menuntut pihak penyelenggara balapan.

"Saya melihat kesempatan 50/50 ajang itu dibatalkan," tutur pakar lingkungan hidup Sander Lely.

Sejauh ini, pihak penyelenggara F1 belum merespons media.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X