Hasil Final China Open 2019, Anthony Ginting Gagal Pertahankan Gelar

Kompas.com - 22/09/2019, 16:11 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting melawan tunggal putra Thailand, Kantaphon Wangcharoen dalam babak kedua Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Anthony Ginting kalah dengan skor 20-22 21-11 19-21. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting melawan tunggal putra Thailand, Kantaphon Wangcharoen dalam babak kedua Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Anthony Ginting kalah dengan skor 20-22 21-11 19-21.

KOMPAS.com - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, gagal mempertahankan gelar juara turnamen China Open.

Pada laga final China Open 2019 yang berlangsung Minggu (22/9/2019), Anthony dikalahkan unggulan pertama asal Jepang, Kento Momota, dengan skor rubber game 21-19, 17-21, 19-21 dalam tempo 90 menit.

Bagi Momota, ini sekaligus menjadi kemenangannya yang ke-10 atas Anthony dari total 13 pertemuan di berbagai ajang.

Jalannya pertandingan

Pada awal gim pertama, Anthony Sinisuka Ginting tampak kesulitan meladeni permainan Kento Momota.

Anthony beberapa kali gagal mengembalikan pukulan Momota yang berhasil mencatatkan keunggulan 3-0.

Baca juga: Prediksi Chelsea Vs Liverpool, Duel Biru-Merah yang Sedang dalam Trek Berbeda

Meski demikian, Anthony tak menyerah begitu saja. Pukulan bola yang melebar serta pengembalian tanggung dari Momota dimanfaatkan Anthony untuk menyamakan skor jadi 3-3.

Selanjutnya, Anthony terlihat semakin "panas". Ia berhasil mencatatkan keunggulan 7-4, memanfaatkan sejumlah pengembalian tanggung dari Momota.

Namun, performa Anthony kembali mengendur. Dua kali pukulannya tersangkut net, serta satu kali melebar, membuat skor laga kembali imbang 7-7.

Pertandingan menjadi kian sengit. Terjadi reli panjang dan adu kecerdikan di antara kedua pebulu tangkis.

Namun, Momota lebih sering melakukan kesalahan sendiri. Smes kencangnya yang menyangkut net membawa Anthony unggul 11-10 saat interval.

Setelah jeda, pertandingan kembali berlangsung ketat. Baik Momota maupun Anthony sama-sama tampil apik, tetapi juga beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.

Skor pertandingan 17-17 menjadi bukti betapa sengitnya persaingan di antara kedua pemain.

Anthony sempat melakukan pengembalian bola spektakuler yang mengejutkan Momota. Kubu Indonesia pun unggul 18-17.

Pengamatan yang tepat, yakni membiarkan bola Momota keluar garis, memastikan kemenangan 21-19 untuk Anthony pada gim pertama.

Memasuki gim kedua, Anthony tancap gas dengan menorehkan dua poin beruntun atas Momota.

Namun, beberapa kali kesalahan sendiri membuat Momota berbalik unggul hingga 5-2.

Baca juga: Erick Thohir, dari Inter Milan Berlanjut ke Persis Solo?

Anthony mencoba bangkit. Ia membalas dengan melepaskan pukulan mematikan yang tak dapat dikembalikan Momota.

Momota juga melakukan kesalahan saat bermain adu netting dengan Anthony. Skor laga pun menjadi imbang 6-6.

Namun, pada momen setelahnya, Momota bermain lebih baik. Ia unggul 11-7 saat interval.

Tertinggal 3 angka, Anthony berupaya keras memangkas jarak poin. Hasilnya, skor menjadi imbang 12-12.

Kesuksesan Anthony menyamakan skor juga tak terlepas dari pengamatannya yang tepat dengan membiarkan bola Momota keluar garis lapangan.

Akan tetapi, sejumlah pukulan yang tak tepat sasaran menjadi persoalan bagi Anthony. Ia pun lagi-lagi tertinggal.

Di sisi lain, Momota juga bermain lebih stabil. Sebanyak 6 poin beruntun berhasil ia torehkan dan membawanya unggul 19-14.

Baca juga: Balap Mobil di SUGBK Masih Ditinjau Ulang

Anthony berupaya keluar dari tekanan. Tiga poin beruntun dicetak Anthony untuk memangkas jarak poin.

Namun, dua kesalahan yang dilakukan Anthony memastikan kemenangan Momota pada gim kedua. Laga pun terpaksa dituntaskan secara rubber game.

Memasuki gim penentuan, Anthony sukses menorehkan skor 3-1, tetapi ia gagal mempertahankan keunggulan.

Sejumlah kesalahan beruntun yang dilakukan membuat Anthony tertinggal 6 angka dari Momota atau 3-9.

Setelah itu, giliran Momota yang melakukan error berturut-turut. Hasilnya, 5 angka beruntun dicetak oleh Anthony.

Namun, pada jeda interval, Momota memperbaiki performanya dan unggul 11-8 atas Anthony.

Usai jeda, kedua pemain bersaing kian sengit. Anthony sukses memperkecil kedudukan menjadi 11-12.

Meski begitu, Anthony gagal menunjukkan performa konsisten. Sejumlah kesalahan membuatnya tertinggal 12-16 dari Momota.

Anthony sempat kembali bangkit, tetapi Momota juga terus menambah sejumlah angka.

Pertandingan gim ketiga akhirnya dimenangi oleh Momota dengan skor 21-19.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X