Kompas.com - 17/09/2019, 20:20 WIB
Selebrasi Luis Suarez usai mencetak gol pada laga leg pertama perempat final Liga Champions Barcelona Vs Liverpool, di Stadion Camp Nou, Rabu (1/5/2019). AFP/JOSEP LAGOSelebrasi Luis Suarez usai mencetak gol pada laga leg pertama perempat final Liga Champions Barcelona Vs Liverpool, di Stadion Camp Nou, Rabu (1/5/2019).

KOMPAS.com - Pemain Barcelona yang baru saja bangkit dari cedera, Luis Suarez, langsung tancap gas di Liga Spanyol saat melawan Valencia.

Suarez mampu melesakkan dua gol dalam laga tersebut. Gol pertama ia cetak semenit setelah masuk menggantikan Ansu Fati pada menit ke-60.

Gol berikutnya pada menit ke-82 setelah mendapat umpan matang dari Antoine Griezmann.

Kedua gol tersebut menjadi bukti bahwa Suarez masih tajam di La Liga.

Namun, ketajaman tersebut berbanding terbalik dengan rekornya di kompetisi paling bergengsi di benua Eropa, Liga Champions.

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Dortmund Vs Barcelona, Messi Debut Musim Ini?

Dilansir dari Marca, Suarez puasa gol dalam tiap laga kandang di Liga Champions sejak empat tahun lalu, tepatnya pada 2015.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tahun itu pula Barcelona kali terakhir mendapatkan Si Kuping Besar, sebutan trofi Liga Champions.

Paling akhir, Suarez mampu memberikan gol untuk Barcelona saat tandang ke markas AS Roma, 17 September 2015 dengan skor imbang, 1-1.

Tiga musim setelah itu, eks striker Liverpool ini melempem dari 18 laga tandang yang dia lakoni.

Baca juga: Dortmund Vs Barcelona, Ansu Fati Bisa Pecahkan 2 Rekor Liga Champions jika...

Selain itu, selama tiga tahun di Liga Champions bersama Barcelona, dirinya juga tidak begitu banyak memberi sumbangsih.

Suarez hanya mampu mengemas lima gol saja.

Catatan itu tentu menjadi motivasi tersendiri bagi Luis Suarez untuk bangkit. Akan tetapi, itu juga memberi alarm bagi sang pelatih, Ernesto Valverde, untuk menimbangnya masuk ke starting XI.

Barcelona sudah lama tidak bertandang ke Stadion Signal Iduna Park, markas Borussia Dortmund, yakni sejak 1998 silam.

Baca juga: Dortmund Vs Barcelona, Laga Kembalinya Lionel Messi?

Saat itu, kedua tim bertemu pada leg kedua babal final UEFA Super Cup dan harus berakhir dengan skor seri 1-1.

Namun, Barcelona berhak mendapatkan gelar juara karena di leg pertama mampu menang 2-0 atas Dortmund.



Sumber Marca
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suvenir Olimpiade Tokyo 2020 Ini Paling Banyak Dibeli

Suvenir Olimpiade Tokyo 2020 Ini Paling Banyak Dibeli

Sports
Ini Lokasi Berburu Suvenir Olimpiade Tokyo 2020

Ini Lokasi Berburu Suvenir Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Klasemen Medali Olimpiade Tokyo - 3 Besar Konsisten, Indonesia Melesat ke Peringkat 35

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo - 3 Besar Konsisten, Indonesia Melesat ke Peringkat 35

Sports
Apakah Berenang di Kolam Renang Umum Bisa Tertular Virus Corona?

Apakah Berenang di Kolam Renang Umum Bisa Tertular Virus Corona?

Sports
Olimpiade Tokyo 2020, Kantor Pos Sementara dan Ruang Pers Utama di Perkampungan Atlet Jadi Lokasi Favorit

Olimpiade Tokyo 2020, Kantor Pos Sementara dan Ruang Pers Utama di Perkampungan Atlet Jadi Lokasi Favorit

Sports
Perkembangan Badai Cedera Pemain Persebaya Surabaya

Perkembangan Badai Cedera Pemain Persebaya Surabaya

Liga Indonesia
Lewat Video Call, Presiden Jokowi Undang Greysia/Apriyani ke Istana

Lewat Video Call, Presiden Jokowi Undang Greysia/Apriyani ke Istana

Badminton
Momen Unik Olimpiade Tokyo: Peloncat Indah Inggris Pantau Lomba Sambil Merajut!

Momen Unik Olimpiade Tokyo: Peloncat Indah Inggris Pantau Lomba Sambil Merajut!

Sports
Olimpiade Tokyo 2020, 2 Ruang di Perkampungan Atlet Jadi Lokasi Favorit

Olimpiade Tokyo 2020, 2 Ruang di Perkampungan Atlet Jadi Lokasi Favorit

Sports
Lifter Nurul Akmal Tutup Perjuangan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Lifter Nurul Akmal Tutup Perjuangan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Hendry Saputra, Pelatih Tunggal Putra yang Larang Anak Asuhnya Pacaran

Hendry Saputra, Pelatih Tunggal Putra yang Larang Anak Asuhnya Pacaran

Sports
Daftar Gelar Juara Greysia/Apriyani, Emas Olimpiade Masuk Koleksi

Daftar Gelar Juara Greysia/Apriyani, Emas Olimpiade Masuk Koleksi

Badminton
Kata Olivier Giroud soal Duet dengan Ibrahimovic dan Takdir AC Milan

Kata Olivier Giroud soal Duet dengan Ibrahimovic dan Takdir AC Milan

Liga Italia
Perjuangan Greysia/Apriyani demi Emas Olimpiade Jadi Inspirasi Anthony Ginting

Perjuangan Greysia/Apriyani demi Emas Olimpiade Jadi Inspirasi Anthony Ginting

Badminton
Alasan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan Kerap Teriak, Termasuk Saat Lawan Greysia/Apriyani

Alasan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan Kerap Teriak, Termasuk Saat Lawan Greysia/Apriyani

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X