Kompas.com - 17/09/2019, 19:40 WIB
Pesepak bola timnas Thailand, Supachok Sarachat mencetak gol saat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9/2019). Tim nasional Indonesia menelan kekalahan dari Thailand dengan skor 0-3. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPesepak bola timnas Thailand, Supachok Sarachat mencetak gol saat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9/2019). Tim nasional Indonesia menelan kekalahan dari Thailand dengan skor 0-3.
Penulis Alsadad Rudi
|

Namun, Liga 1 2019 tidak mendapatkan izin dari kepolisian untuk dimulai sebelum selesainya Pemilihan Umum Presiden yang digelar April lalu.

Baca juga: Saat Pesepak Bola Diperlakukan Seperti Pemain Sinetron Stripping

Di sisi lain, kompetisi sudah harus berakhir pada 22 Desember. Pada perkembangannya, Liga 1 2019 akhirnya baru dimulai pada bulan Mei.

Dengan demikian, PT LIB hanya punya waktu tujuh bulan untuk menyelesaikan seluruh pekan pertandingan yang mencapai 34 pekan.

"Kami sebenarnya sempat menawarkan agar selesainya liga dimundurkan ke Januari atau Februari (2020). Namun, semuanya tetap sepakat untuk selesai di 22 Desember," kata Asep saat ditemui di Kantor PT LIB, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Liga 1 2019 kini baru memasuki paruh kedua saat sebagian besar liga di kawasan Asia, termasuk Asia Tenggara, sudah hampir rampung dan memiliki juara.

Sementara itu, di Indonesia, karena harus menggelar 34 pekan pertandingan hanya dalam waktu sekitar tujuh bulan, LIB mau tidak mau harus memadatkan pertandingan.

Akibatnya, pekan pertandingan yang satu ke yang lain hampir tak memiliki jarak. Imbasnya, pemain yang menjadi korban.

Jarak antara pertandingan yang satu ke pertandingan berikutnya menjadi hanya sebentar. Stamina pemain terkuras. Hal inilah yang dikeluhkan banyak pelatih klub.

Baca juga: Keluhkan Jadwal Padat Persija, Kolev Sebut Barcelona Pun Tak Sanggup

Asep mengakui, kondisi yang terjadi saat ini membuat PT LIB menjadi sasaran kritikan dari klub karena menyangkut ke kebugaran pemain.

Namun, Asep menilai pihaknya sudah berupaya mengatur sedekian rupa agar para pemain memiliki waktu rehat yang cukup.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.