Statistik Positif Lini Belakang AC Milan pada Tahun 2019

Kompas.com - 14/09/2019, 12:15 WIB
Alessio Romagnoli menyumbang satu dari dua gol kemenangan AC Milan pada pertandingan pekan ke-12 Serie A di kandang Sassuolo, Minggu (5/11/2017). Twitter @acmilanAlessio Romagnoli menyumbang satu dari dua gol kemenangan AC Milan pada pertandingan pekan ke-12 Serie A di kandang Sassuolo, Minggu (5/11/2017).
|

Kondisi tersebut menjadi persoalan karena striker Krzysztof Piatek yang seharunya menjadi pundi-pundi gol bagi tim berjuluk I rossoneri justru baru mencetak 1 gol dalam 9 laga terakhir di Liga Italia Serie A.

Namun, tidak semuanya jelek di AC Milan. Setan Merah masih mempunyai satu statistik bagus yang sangat penting buat Liga Italia.

Statistik itu adalah jumlah kebobolan yang sedikit. Statistik itu memperlihatkan AC Milan sudah memiliki pertahanan yang sangat kuat.

Selama tahun 2019, AC Milan hanya kebobolan 17 gol, yaitu 16 gol dari Januari 2019 sampai akhir musim lalu plus 1 gol musim ini.

Statistik tersebut menempatkan AC Milan sebagai tim dengan angka kebobolan paling sedikit selama 2019 di Liga Italia.

Juara bertahan Juventus pun tidak memiliki pertahanan sebagus AC Milan dengan kebobolan 22 gol di Liga Italia selama 2019.

Tim-tim kuat lainnya juga minimal kebobolan diatas 20 gol selama tahun ini mulai Inter Milan, Atalanta, Napoli dan Lazio, sampai AS Roma.

Sosok bek Alessio Romagnoli dan kiper Gianluigi Donnarumma menjadi faktor kunci bagusnya pertahanan AC Milan.

Kendati belum mapan sebagai pilihan utama di timnas Italia, Romagnoli sudah mematrikan diri sebagai pemimpin tangguh di lini belakang AC Milan.

Baca juga: AC Milan Incar Wonderkid Asal Angola

Sementara itu, Donnarumma terus tampil konsisten membuat penyelamatan dan sering menjadi pahlawan AC Milan.

Di timnas Italia, Donnarumma pun sudah menjadi pengganti Gianluigi Buffon sebagai kiper nomor satu.

Tangguhnya pertahanan AC Milan bakal membantu kerja pelatih Marco Giampaolo yang sedang mencari solusi agar permainan timnya membaik.

Giampaolo pada akhirnya bisa fokus membenahi kinerja dan ketajaman lini depan tanpa perlu tanpa perlu khawatir keroposnya lini belakang. (Dwi Widijatmiko)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X