Kompas.com - 12/09/2019, 22:20 WIB
Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, memberikan keterangan kepada pers setelah mengumumkan skuat final untuk Piala Dunia 2018, 17 Mei 2018 di Wembley, London.
BEN STANSALL / AFPPelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, memberikan keterangan kepada pers setelah mengumumkan skuat final untuk Piala Dunia 2018, 17 Mei 2018 di Wembley, London.

KOMPAS.com - Umpatan berbau rasial memang masih belum benar-benar hilang dari dunia sepak bola.

Menghindari kejadian sama ke depannya, pelatih tim nasional Inggris, Gareth Southgate memiliki rencana untuk mengantisipasi hal tersebut.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, pemainnya, Raheem Sterling mendapatkan ejekan berbau ras saat melawan Bulgaria di Stadion Wembley, pekan lalu.

Melawan tim yang sama, tepatnya di tahun 2011, pemain timnas Inggris juga diperlakukan buruk berbau rasial.

Baca juga: 5 Fakta Inggris Vs Kosovo, Jadon Sancho Ikuti Jejak Wayne Rooney

Untuk itu, Gareth Southgate bakal pasang badan agar para pemainnya aman sekaligus melawan perilaku buruk tersebut di pertemuan selanjutnya.

The Three Lions, julukan timnas Inggris, bakal kembali berjumpa dengan Bulgaria pada babak kualifikasi Piala Eropa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kali ini, Harry Kane dkk menjadi tim tamu di Stadion Vasil Levski 15 Oktober mendatang.

"Ini masalah, kami tidak yakin jika kami pergi ke sana (Bulgaria) bakal tidak terjadi apa-apa," kata Southgate dilansir dari BBC.

Baca juga: Meski Gagal, Masa Depan Timnas Inggris Bakal Cerah di Tangan Southgate

Beruntungnya, kejadian pelecehan rasial yang terjadi sebelumnya membuat FIFA geram dan memberikan hukuman kepada Bulgaria.

Tim tuan rumah harus bermain tanpa dukungan supporter akibat perilaku buruk para pendukung saat menjamu Republik Ceko dan Kosovo, Juni lalu.

"Antisipasi rasisme sudah kami rencanakan sebelumnya. Kami telah merencanakan bagaimana jadwal kami dan kami akan mendiskusikannya dengan para pemain kami sebelum berangkat," terang Southgate.

"Karena kami sadar ada sejarah di sana dan memastikan bahwa kami semua bersiap untuk apa yang akan terjadi dan bagaimana kami akan meresponsnya," sambungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.