PBSI Nyatakan Tak Sanggup Lakukan Pembinaan Atlet Usia Dini

Kompas.com - 12/09/2019, 18:20 WIB
Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation Abraham Delta Oktaviari mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dengan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Balikpapan. Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation Abraham Delta Oktaviari mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dengan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Balikpapan.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar (PB) Persatuan Bulu Tangkis Indonesia ( PBSI) menyatakan tak sanggup jika harus melakukan pembinaaan atlet sejak usia dini.

Sekjen PBSI, Achmad Budiharto menyatakan, pembibitan atlet sejak usia dini memang membutuhkan dukungan swasta.

Pasalnya, kata dia, PBSI maupun pemerintah memiliki keterbatasan dana.

"Karena PBSI pada dasarnya tidak memungkinkan membina dari usia dini. Yang bisa dilakukan adalah optimalisasi prestasi setelah jadi juara," kata Achmad di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Achmad bersyukur polemik seputar audisi bulu tangkis yang melibatkan PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) menemui kesepakatan, setidaknya untuk tahun 2019,

Menurutnya, PBSI adalah salah satu pihak yang paling berbahagia dengan adanya kesepakatan tersebut.

"Yang paling berbahagia PBSI karena keberlangsungan pemilihan bibit pemain muda tetap bisa terjaga," ujar Achmad.

Baca juga: PB Djarum Copot Logo-Merek untuk Audisi 2019, Audisi 2020 Belum Pasti

Untuk ke depannya, Achmad berharap polemik yang terjadi bisa mengetuk pihak-pihak swasta lainnya agar mau ikut berperan dalam pembibitan atlet bulu tangkis.

"Mudah-mudahan kejadian ini bisa mengetuk pengusaha-pengusaha lain yang mungkin bisa berkontribusi bagaimana mengembangkan dan melanjutkan prestasi di tingka dunia," ucap Achmad.

Dalam polemik audisi bulu tangkis PB Djarum, KPAI meminta agar penyelenggara tidak menggunakan merek, logo, dan brand image rokok Djarum.

Di sisi lain, PB Djarum keberatan dengan permintaan tersebut.

Mereka menyatakan PB Djarum adalah klub bulu tangkis yang berbeda dengan perusahaan rokok Djarum.

Dengan dimediasi Menpora Imam Nahrawi, KPAI dipertemukan dengan.

Hasilnya, PB Djarum akan tetap melanjutkan audisi bulu tangkis di beberapa seri tahun 2019 tanpa menggunakan logo, merek, dan brand image Djarum.

Namun, untuk tahun 2020, mereka akan merapatkan dulu secara internal.

Baca juga: Audisi Djarum dan Kisah Klub Bola yang Ganti Nama karena Merek Rokok

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X