Soal Audisi Djarum, KPAI Harap Publik Tak Salah Persepsi

Kompas.com - 12/09/2019, 17:20 WIB
Sebanyak 400 peserta dinyatakan lolos Tahap Screening yang digelar pada hari pertama Audisi Umum. Pada kategori U-11 Putra tercatat sebanyak 106 peserta yang berhasil melewati fase awal ini, sementara U-11 Putri peserta 37, U-13 Putra (115), U-13 Putri (38), U-15 Putra (70), dan U-15 Putri (34). Sebanyak 400 peserta dinyatakan lolos Tahap Screening yang digelar pada hari pertama Audisi Umum. Pada kategori U-11 Putra tercatat sebanyak 106 peserta yang berhasil melewati fase awal ini, sementara U-11 Putri peserta 37, U-13 Putra (115), U-13 Putri (38), U-15 Putra (70), dan U-15 Putri (34).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) Susanto menyatakan, masyarakat tidak boleh salah persepsi terkait polemik yang terjadi seputar penyelenggaraan audisi Djarum.

Menurut Susanto, tujuan pihaknya meminta PB Djarum mencopot logo, merek, dan brand image Djarum di audisi badminton lebih untuk menjalankan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014.

Undang-undang tersebut mengatur tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Selain itu, ada pula Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

PP tersebut isinya juga mengatur tentang perlindungan khusus bagi anak dan perempuan hamil.

Baca juga: Dimediasi Menpora, PB Djarum dan KPAI Capai Kesepakatan, Ini 4 Poinnya

"Kami menyampaikan kepada publik agar jangan terbangun framing seolah-olah KPAI face to face dengan Djarum," kata Susanto di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

"Kami harapkan publik menyadari karena ada atau tidak KPAI, peraturan pemerintah harus berjalan dan mengikat," ujar dia.

Dalam polemik audisi bulu tangkis PB Djarum, KPAI meminta agar penyelenggara tidak menggunakan merek, logo, dan brand image rokok Djarum.

Di sisi lain, PB Djarum keberatan. Mereka menyatakan PB Djarum adalah klub bulu tangkis yang berbeda dengan perusahaan rokok Djarum.

"Kami harapkan publik makin jernih melihat polemik ini. Di satu sisi, semangat Pak Menteri untuk membangkitkan dan menumbuhkan anak-anak berprestasi di bidang bulu tangkis semakin baik dan tercapai," ujar Susanto.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X