PB Djarum Copot Logo-Merek untuk Audisi 2019, Audisi 2020 Belum Pasti

Kompas.com - 12/09/2019, 13:54 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (tengah) bersama Ketua KPAI Dr Susanto (memakai jas), Sekjen PBSI Achmad Budiharto, dan Pengurus PB Djarum Lius Pongoh (kanan) saat sesi konferensi pers soal hasil kesepakatan antara pihak terakit polemik masalah Audisi Djarum di Media Center Kemenpora, Jakarta, Kamis (12/9/2019). KOMPAS.com/Eris Eka JayaMenteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (tengah) bersama Ketua KPAI Dr Susanto (memakai jas), Sekjen PBSI Achmad Budiharto, dan Pengurus PB Djarum Lius Pongoh (kanan) saat sesi konferensi pers soal hasil kesepakatan antara pihak terakit polemik masalah Audisi Djarum di Media Center Kemenpora, Jakarta, Kamis (12/9/2019).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PB Djarum disebut sudah bersedia mencopot logo dan merek dalam kegiatan bulu tangkis yang mereka selenggarakan untuk audisi 2019.

Namun, audisi untuk 2020 masih tanda tanya.

Pihak PB Djarum belum memberikan apakah audisi tetap dilaksanakan tahun 2020.

Hal itu disampaikan salah satu pengurus PB Djarum, Lius Pongoh, saat mediasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI), yang dilakukan di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Mediasi dilakukan langsung oleh Menpora Imam Nahrawi. Hadir pula Sekjen PBSI, Achmad Budiharto.

Baca juga: Dimediasi Menpora, PB Djarum dan KPAI Capai Kesepakatan, Ini 4 Poinnya

Dari KPAI dihadiri langsung ketuanya, Susanto. Adapun PB Djarum tanpa petingginya. Lius, sebagai pengurus PB Djarum, menjadi satu-satunya orang yang hadir.

"Untuk 2019, kami masih akan tetap berjalan karena masih ada tiga seri, yakni Solo, Surabaya, sama Kudus," ujar Lius.

"Namun, untuk 2020, kami harus konsolidasi dulu dalam 2020-nya seperti apa," kata dia.

Meski belum bisa memastikan, Lius menyatakan pihaknya ingin agar polemik yang kini terjadi bisa selesai.

"Kami juga enggak maulah mau Olimpiade, biar cepat beres, atlet tenang, situasi kondusif, biar negara dan bangsa ini tenang semua kerja enak," ucap Lius.

Baca juga: Audisi Djarum dan Kisah Klub Bola yang Ganti Nama karena Merek Rokok

Secara keseluruhan, mediasi kedua belah pihak menghasilkan empat poin yang dibacakan langsung oleh Menpora.

Berikut hasil lengkap kesepaktan antara PB Djarum dan KPAI:

1. Para pihak yang beberapa waktu terakhir ini berpolemik tentang masalah audisi bulu tangkis Djarum telah mengadakan pertemuan yang dipimpin oleh Menpora dengan tujuan mencari solusi agar audisi bulu tangkis tetap berkesinambungan dengan sejumlah catatan penting dan harus sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Alasan utama adanya kesinambungan audisi bulu tangkis ini adalah dengan mempertimbangkan adanya ketersediaan atlet bulu tangkis usia muda secara selektif dan berjenjang dalam berkontribusi bagi proses pembibitan atlet bulu tangkis nasional karena cabor bulu tangkis masih menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang utama perolehan medali di sejumlah event olahraga internasional.

Baca juga: KPAI Yakin Ada Solusi soal Audisi Djarum jika Semua Berpikir Jernih

3. Atas dasar poin nomor satu dan dua di atas, disepakati hal sebagai berikut:

a. Djarum Foundation:

PB Djarum sepakat untuk mengubah nama yang semula audisi umum beasiswa PB Djarum 2019 menjadi audisi umum beasiswa bulu tangkis tanpa menggunakan logo, merek, dan brand image Djarum.

b. KPAI

KPAI sepakat untuk mencabut surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentiaan audisi Djarum.

Baca juga: Audisi Djarum dan Sulitnya Marlboro Muncul di Bodi Ferarri-Ducati

4. Kemenpora, KPAI, PBSI, sepakat memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk konsolidasi secara internal guna melanjutkan audisi di tahun 2020 dan seterusnya dengan mengacu pada kesepakatan yang telah diambil pada pertemuan hari ini tanggal 12 September 2019 bertempat di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dipimpin oleh Menpora.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X