Jejak BJ Habibie di Dunia Olahraga Tanah Air

Kompas.com - 11/09/2019, 21:00 WIB
FOTO DOKUMENTASI. Presiden ke-3 RI sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI)  BJ Habibie tertawa saat pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Tahun 2017 di Istana Kepresidenan Bogor, Jakarta, Jumat (8/12/2017). Habibie berharap peran ICMI bersama pemerintah dapat mengembalikan Pancasila sebagai pandangan hidup bisa diakumulasikan dalam kehidupan bermasyarakat melalui pembangunan yang pro-rakyat atau ekonomi pasar Pancasila. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras/ama. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIFOTO DOKUMENTASI. Presiden ke-3 RI sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) BJ Habibie tertawa saat pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Tahun 2017 di Istana Kepresidenan Bogor, Jakarta, Jumat (8/12/2017). Habibie berharap peran ICMI bersama pemerintah dapat mengembalikan Pancasila sebagai pandangan hidup bisa diakumulasikan dalam kehidupan bermasyarakat melalui pembangunan yang pro-rakyat atau ekonomi pasar Pancasila. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras/ama.
|

KOMPAS.com - Mendiang Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie, memiliki jasa di bidang olahraga Tanah Air.

Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) meninggal dunia pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB.

BJ Habibie meninggal setelah menjalani perawatan intensif sejak 1 September 2019 akibat sakit yang dideritanya.

Semasa hidupnya, sosok kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu akrab dengan dunia pesawat terbang.

Baca juga: BJ Habibie dan Kenangan Aji Santoso Saat Sea Games 1999

Namun, siapa sangka BJ Habibie yang dikenal sebagai seorang ilmuwan ternyata memiliki jejak di bidang olahraga tanah air, khususnya sepak bola dan catur.

Nama BJ Habibie diabadikan menjadi sebuah turnamen sepak bola antarklub bernama Habibie Cup yang lahir di Sulawesi pada 1990.

Habibie Cup pertama kali dicetuskan oleh Mirdin Kasim yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Parepare, dan HM Alwi Hamu.

Tahun pertama turnamen ini digelar hanya diikuti oleh 6 tim yang berasal dari wilayah Ajatappereng dan sekitarnya.

Keeanam klub tersebut meliputi Persipare Parepare, Perspin Pinrang, Enrekang, Tana Toraja, Barru, dan PSM Makassar.

Baca juga: Nasihat BJ Habibie pada Indra Sjafri soal Sepak Bola Indonesia

Klub peserta dibagi ke dalam dua grup dengan sistem gugur pada babak penyisihan, kemudian langsung semifinal dan final.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X