BJ Habibie Pernah Berpesan ke Cucunya yang Ingin Jadi Pesepak Bola

Kompas.com - 11/09/2019, 18:48 WIB
Mochammad Rafid Habibie dkk tengah menjalani seleksi timnas U-18 di Cijantung, Jumat (7/4/2017). Kompas.com/Ferril Dennys SitorysMochammad Rafid Habibie dkk tengah menjalani seleksi timnas U-18 di Cijantung, Jumat (7/4/2017).

KOMPAS.com - Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie  ( BJ Habibie), meninggal dunia pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.02 WIB.

Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya.

Sebelum meninggal, keluarga dekat sudah berkumpul di RSPAD Gatot Soebroto, tempat Habibie dirawat.

Diketahui, Habibie telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019.

Baca juga: Penjelasan Keluarga soal Wafatnya Habibie

Keponakan Habibie, Rusli Habibie, menyebutkan bahwa seluruh keluarga dekat sudah dipanggil dan berkumpul di Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019).

"Kondisinya seperti kemarin lagi. Semua keluarga sudah dipanggil terutama anak-anak beliau, sudah di tempat," ujar Rusli, saat ditemui di RSPAD Gatot Soebroto.

"Baik Mas Ilham, Mas Thareq sudah ada. Kakak dan adiknya sudah lengkap. Keponakan dan anak cucu sudah dikumpulin tadi," kata Gubernur Gorontalo itu.

Habibie, sang cucu, dan sepak bola

Semasa hidupnya, tak banyak isu yang mengaitkan Habibie dengan dunia olahraga.

Namun, ia pernah berpesan kepada sang cucu yang ingin menjadi pesepak bola profesional.

Cucunya itu bernama Mochammad Rafid Habibie menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seleksi tim nasional Indonesia U-19 yang rencananya digelar pada awal April 2017.

Rafid merupakan satu dari 12 pemain luar negeri yang dipanggil oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mengikuti seleksi.

"Saya sudah menerima kabar ini. Iya saya akan datang karena saya dipanggil," kata Rafid kepada Kompas.com pada 2 Maret 2017.

Kepada cucunya itu, Habibie berpesan agar Rafid tidak melupakan pendidikan meski sangat mencintai sepak bola.

"Beliau berpesan saya boleh menjadi apapun. Namun, saya harus lanjutin tradisi keluarga yaitu jangan melupakan pendidikan," ucap Rafid.

Habibie juga menjelaskan kepada Rafid bahwa pemain sepak bola sama halnya dengan insinyur, profesi yang digeluti Presiden ketiga RI tersebut.

"Kesamaan antara sepak bola dan engineering adalah membuat keputusan tepat dalam waktu yang cepat. Hal itu yang disampaikan pak Habibie," ujar Rully, ayah dari Raffi.

Baca juga: BJ Habibie dan Visi Indonesia untuk Punya Pesawat Sendiri

Saat diwawancarai kala itu, Rafid berposisi sebagai gelandang di Italia. Ia menjalani program di akademi sepak bola Italian Soccer Management (ISM).

Akademi ini sudah menjalin kerja sama dengan beberapa klub profesional di Eropa dalam pencarian bakat-bakat pemain muda. ISM dibentuk oleh para pelatih akademi AC Perugia pada tahun 1998-2005.

Di ISM, Rafid setim dengan anak dari legenda Inter Milan, Marco Materazzi, yakni Davide.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X