Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Vs Thailand, Suporter Tuan Rumah Lebih Agresif

Kompas.com - 09/09/2019, 22:50 WIB
Angga Setiawan,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gelandang timnas Thailand, Tanaboon Kesarat, menilai pendukung Timnas Indonesia lebih agresif daripada Malaysia.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui laman resmi FA Thailand pada Senin (9/9/2019).

Dia menyebutkan bahwa lawan akan menghadapi fanatisme suporter dan atmosfer panas ketika bertandang ke Indonesia.

Gelandang 25 tahun itu menilai fans di Indonesia sangat fanatik dalam memberikan dukungan.

Pemain Thai Port FC itu juga membandingkan suporter di Indonesia dan Malaysia. Diakuinya, terdapat perbedaan.

Baca juga: Indonesia Vs Thailand, Gajah Perang Benahi Lini Depan

"Secara pribadi, saya pernah ke Indonesia dan merasakan atmosfer para suporter yang agresif di sana," ungkapnya.

"Ketika kami datang ke lapangan, sudah ada suporter yang menunggu dan mencoba mengintimidasi kami."

Meski demikian, Tanaboon menilai hal tersebut wajar lantaran antusiasme penonton menyaksikan tim kesayangan bertanding.

Justru hal itu disambutnya secara positif karena dapat meningkatkan semangat untuk bertanding.

Baca juga: Indonesia Vs Thailand, Legenda Gajah Putih Sebut GBK Angker

Timnas Thailand akan bertandang ke markas timnas Indonesia pada matchday kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Thailand bertekad bangkit setelah meraih hasil mengecewakan pada laga perdana. Mereka hanya bermain imbang tanpa gol ketika menjamu Vietnam.

Akan tetapi, Indonesia bukan lawan yang mudah dikalahkan, apalagi bermain di depan puluhan ribu suporter yang memadati SUGBK.

Suporter timnas Indonesia memang sedang mendapat sorotan dari publik sepak bola dunia.

Pada laga pertama kontra Malaysia, oknum suporter tim Garuda membuat kerusuhan. Mereka berusaha merangsek ke tribune suporter tim tamu saat laga sedang berlangsung.

Pertandingan panas tersebut sempat terhenti beberapa saat sebelum dilanjutkan kembali.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com