Maju Jadi Ketum PSSI, Arif Wicaksono Gandeng CEO Bandung Premier League

Kompas.com - 09/09/2019, 22:24 WIB
Arif  Putra Wicaksono CEO Nine Sport Inc bersama Doni Setiabudi selaku CEO Bandung
Premier League menyatakan kerjasama untuk memenangkan pemilihan pengurus PSSI. Dok. PribadiArif Putra Wicaksono CEO Nine Sport Inc bersama Doni Setiabudi selaku CEO Bandung Premier League menyatakan kerjasama untuk memenangkan pemilihan pengurus PSSI.

KOMPAS.com - Bakal calon ketua umum PSSI mulai melakukan manuver. Kali ini CEO Nine Sport Inc., Arif Putra Wicaksono, menggandeng CEO Bandung Premier League, Doni Setiabudi untuk bekerja sama.

Arif memilih Doni sebagai wakilnya bila terpilih nanti. 

Isi dari kerja sama tersebut tidak lain untuk memenangkan pemilihan pengurus PSSI pada periode 2020-2024.

Mereka menyebut kerja sama tersebut dengan istilah ABDI (Arif Bersama Doni Independen) untuk PSSI 2.0.

"PSSI 2.0 itu PSSI yang lebih baik lagi.FIFA pada 2016 berkembang menjadi 2.0 juga.  Nah sekarang saatnya PSSI 2.0," kata Arif melalui siaran pers yang diterima Kompas.com.. 

Arif mengaku yakin, PSSI bisa lebih maju dengan strategi yang bakal diaplikasikan.

Baca juga: Indonesia Vs Malaysia Ricuh, PSSI Siap Terima Sanksi dari FIFA

"Deklarasi ini dimulai dengan pemaparan skema pembayaran biaya pembangunan sepakbola Indonesia dengan standar FIFA Club Licensing," terang Arif.

"Menuju emas di AFF 2022 dengan materi pemain muda dan pelatih dunia sekelas Frank da Boer," tambahnya.

Ya, mereka tak segan-segan untuk menghadirkan pelatih berkelas untuk kemajuan sepak bola Indonesia, khususnya skuad Garuda.

Frank da Boer rencananya bakal dikontrak dengan program 3 tahun menuju AFF 2020 bersama timnas U-18.

Baca juga: Jelang Indonesia Vs Malaysia, FIFA Beri Kabar Positif untuk PSSI

Selain itu, akan ada training camp jangka panjang selama masa pembangunan klub di Liga Indonesia. 

Mereka juga mempersiapkan pada pemain muda agar bisa kontrak di Eropa saat berumur 18 tahun nanti.

Untuk merealisasikannya, ada beberapa skema pembiayaan, diantaranya investasi asing dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Arif menjelaskan saat ini ada perusahaan Eropa yang sedang mengerjakan 2 stadion di Qatar untuk World Cup 2022, yaitu stade Khalifa dan stade al Janoub.

Investor asing tersebut tertarik untuk membiayai pembangunan beberapa stadion di Indonesia.

Baca juga: Mola TV Kini Gaet PSSI

Artinya, investor tersebut tidak menggelontorkan biaya yang kecil. "Namun, tentu tujuan utama mereka adalah bisnis properti," ungkap Arif.

Strategi kedua yakni skema permodalan dengan dana KUR yang tingkat penyerapannya masih belum maksimal, sampai bulan Juni 2019 masih tersisa sekitar Rp 64 triliun.

Peruntukan dana KUR adalah menyejahterakan masyarakat grassroot.

Baca juga: Komentari Kekalahan Timnas U-19, Fakhri Husaini Sebut Bukan Hasil yang Dicari

Pada saat bersamaan, sepak bola Indonesia harus segera dibangun dengan biaya yang sangat besar. 

Jadi membangun Indonesia melalui sepak bola dengan dana KUR adalah solusi yang tepat.

Selain itu, 100,000 fans Persija dan Persib akan mendapatkan Rp 2,5 triliun, sebuah dana yang besar.

Menurutnya, asistensi dan supervisi dari klub Eropa dan dana KUR pada koperasi Persija, dalam 1 atau 2 tahun standar kriteria FIFA Club Licensing club.

"Sehingga, Indonesia akan sama dengan Thailand dan Jepang. Dalam 4-5 tahun ke depan. Indonesia akan mempunyai masa depan yang cerah," tandasnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X