50 Tahun Perjalanan PB Djarum, 11 Atlet Sumbang Medali Olimpiade untuk Indonesia

Kompas.com - 09/09/2019, 09:00 WIB
Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kiri) dan Liliyana Natsir melakukan tradisi gigit medali emas. Mereka adalah peraih medali emas pertama untuk Indonesia pada Olimpiade 2016. AFP PHOTO / GOH CHAI HINPasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kiri) dan Liliyana Natsir melakukan tradisi gigit medali emas. Mereka adalah peraih medali emas pertama untuk Indonesia pada Olimpiade 2016.

KOMPAS.com - Pada 1969, didorong kecintaannya pada bulu tangkis, CEO PT Djarum, Budi Hartono, membuka brak (tempat melinting rokok) di Jalan Bitingan Lama No. 35, Kudus, sebagai tempat latihan bulu tangkis.

Dari sanalah, peraih juara All England tiga kali (1978, 1979, 1981), Liem Swie King, memulai latihan bulu tangkis.

Di usianya yang baru menginjak 13 tahun pada waktu itu, Liem Swie King sudah menekuni olahraga tepok bulu.

Baca juga: Dari Tudingan KPAI hingga Penghentian Audisi PB Djarum

Tiga tahun kemudian, usaha Liem Swie King membuahkan hasil. Ia menjuarai Munadi Cup 1972 untuk kategori tunggal putra junior.

Berkat prestasi tersebut, organisasi Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum ( PB Djarum) diresmikan pada 1974 dan diketuai oleh Setyo Margono.

PB Djarum pun terus berkembang, diikuti prestasi-prestasi gemilang para atlet binaannya.

Dalam kurun waktu 1978-1981, Liem Swie King tercatat berhasil meraih gelar All England sebanyak tiga kali.

Ganda putra Kartono/Heryanto juga tak ketinggalan memenangi All England 1981.

Sejak diresmikan pada 1974 hingga kini, PB Djarum konsisten melahirkan atlet-atlet bulu tangkis level dunia.

Gelar-gelar dunia seperti All England, Thomas dan Uber Cup, Sudirman Cup, sampai Kejuaraan Dunia, sukses direngkuh atlet-atlet PB Djarum.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X