Kompas.com - 08/09/2019, 17:32 WIB

KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Imam Nahrawi berharap Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis tetap bergulir pada tahun depan.

Sebelumnya, pihak Djarum Foundation dan klub PB Djarum selaku penyelenggara audisi telah menyatakan bahwa 2019 akan jadi tahun terakhir kegiatan itu digelar.

Audisi Umum PB Djarum ditiadakan pada 2020 terkait dengan klaim Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa ajang itu mengeksploitasi anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok.

Baca juga: PB Djarum Tegaskan Penghentian Audisi Umum Bersifat Final

Meski begitu, Imam Nahrawi selaku Menpora justru menyayangkan hal tersebut.

Imam merasa bahwa audisi Djarum tetap harus dilakukan untuk keberlanjutan pembinaan bulu tangkis di Indonesia.

"Audisi badminton Djarum mestinya jalan terus karena tak ada unsur eksploitasi anak. Bahkan, audisi Djarum sudah melahirkan juara-juara dunia," tulis Imam di Instagram, Minggu (8/9/2019).

"Lagipula olahraga itu butuh dukungan sponsor. Ayo lanjutkan audisi badminton."

Akan dikaji kembali

Sikap Menpora Imam Nahrawi ini berbeda dengan Kepala Bagian Hukum Kemenpora Yusuf Suparman.

Sebelumnya, Yusuf Suparman justru sepakat dengan kebijakan menghentikan langkah memanfaatkan anak-anak untuk promosi dan pemasaran produk rokok.

Oleh karena itu, Imam menyatakan bahwa dia masih akan menunggu kajian bidang hukum Kemenpora.

"Saya pribadi melihat kalau itu ada eksploitasi menyangkut penyalagunaan zat adiktif, harus diketahui kepolisian, dan kementerian kesehatan sudah bergerak," ujar Imam.

Baca juga: Ada yang Berbeda dari Audisi PB Djarum di Purwokerto

"Selama ini kan didiamkan saja. Belum pernah juga saya ketemu langsung dengan KPAI, tetapi tidak tahu kalau staf saya," tutur dia.

Imam melanjutkan, larangan dari KPAI seharusnya juga diiringi dengan solusi.

"Mereka (KPAI) harusnya ikut carikan sponsor pengganti. Pembinaan olahraga butuh sponsor untuk itu, sementara saat ini sudah ada swasta yang bersedia (menjadi sponsor)," tutur Imam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.