Kompas.com - 08/09/2019, 17:32 WIB

Oleh karena itu, Imam menyatakan bahwa dia masih akan menunggu kajian bidang hukum Kemenpora.

"Saya pribadi melihat kalau itu ada eksploitasi menyangkut penyalagunaan zat adiktif, harus diketahui kepolisian, dan kementerian kesehatan sudah bergerak," ujar Imam.

Baca juga: Ada yang Berbeda dari Audisi PB Djarum di Purwokerto

"Selama ini kan didiamkan saja. Belum pernah juga saya ketemu langsung dengan KPAI, tetapi tidak tahu kalau staf saya," tutur dia.

Imam melanjutkan, larangan dari KPAI seharusnya juga diiringi dengan solusi.

"Mereka (KPAI) harusnya ikut carikan sponsor pengganti. Pembinaan olahraga butuh sponsor untuk itu, sementara saat ini sudah ada swasta yang bersedia (menjadi sponsor)," tutur Imam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.