Kompas.com - 07/09/2019, 20:40 WIB
Pemandangan di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/1) malam. Renovasi stadion yang menelan biaya sebesar Rp769 miliar tersebut telah selesai dan rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (14/1) petang sesaat sebelum dipergunakan untuk pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Timnas Islandia. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/1pd/8. SIGID KURNIAWANPemandangan di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/1) malam. Renovasi stadion yang menelan biaya sebesar Rp769 miliar tersebut telah selesai dan rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (14/1) petang sesaat sebelum dipergunakan untuk pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Timnas Islandia. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/1pd/8.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Laga antara Indonesia vs Thailand akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Laga Indonesia vs Thailand merupakan pertandingan kedua babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Grup G.

Meski berlangsung di SUGBK, arena pertandingan tersebut ternyata lebih berpihak ke tim Gajah Perang, julukan timnas Thailand.

Catatan pertemuan kedua tim sejak tahun 1997, Thailand justru baru satu kali kalah di SUGBK, sedangkan Indonesia sudah tiga kali kalah di stadion bersejarahnya sendiri.

Dua kemenangan Thailand di SUGBK bahkan merupakan laga final.

Secara total, sejak 1997, Indonesia dan Thailand tercatat sudah 13 kali bertemu di level timnas senior dalam sebuah turnamen resmi.

Baca juga: 5 Fakta Laga Thailand Vs Indonesia, Garuda Perpanjang Rekor Buruk

Tanpa memperhitungkan laga persahabatan ataupun laga timnas yunior, Thailand memang selalu lebih superior, baik saat kandang maupun tandang.

Thailand tercatat sudah menenangi 10 laga, dua di antaranya menang adu penalti. Kedua tim tak pernah bermain imbang.

Adapun Indonesia tercatat baru menang dalam tiga laga, satu di antaranya lewat adu penalti.

Indonesia dan Thailand terakhir kali berduel di SUGBK pada babak penyisihan Piala AFF 2010.

Ketika itu, Indonesia menang 2-1 lewat dua gol penalti Bambang Pamungkas setelah sebelumnya tertinggal 0-1 lewat gol Suree Sukha.

Pada dua edisi Piala AFF setelahnya, Indonesia dan Thailand tak pernah lagi bersua.

Kedua tim baru kembali terlibat bentrok pada Piala AFF 2016.

Pada tahun tersebut, kedua tim tiga kali bertemu, tetapi tak ada satu pun yang berlangsung di SUGBK.

Baca juga: Indonesia Vs Malaysia, Duel Pertama di SUGBK sejak 2010

Saat leg pertama final, Indonesia berkandang di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.

Pasalnya, ketika itu, SUGBK tengah direnovasi untuk persiapan Asian Games 2018.

Pada Piala AFF 2018, Indonesia dan Thailand hanya sekali bertemu di Stadion Rajamangala, Bangkok.

Pada laga babak penyisihan grup tersebut, Thailand menang dengan skor 4-2.

Thailand dan Indonesia sempat ditempatkan di grup yang sama pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018.

Namun, Indonesia urung ikut karena sanksi FIFA.

Sebelum 2010, Thailand bisa dibilang selalu menjadi mimpi buruk skuad Garuda.

Pada Piala AFF 2008, Indonesia kalah dua kali dalam semifinal dua leg, salah satunya kalah 0-1 saat leg pertama di SUGBK.

Thailand juga merupakan tim yang mengubur impian Indonesia untuk menjadi juara Piala AFF (dulunya Piala Tiger) untuk pertama kalinya di rumah sendiri pada 2002.

Di final, Bambang Pamungkas dkk kalah lewat adu penalti dalam final di SUGBK.

Pada Piala AFF 2000, Indonesia juga selalu kalah dalam dua pertemuan yang semuanya berlangsung di Thailand.

Baca juga: Pelatih Jepang di Piala Dunia 2018 Latih Timnas Thailand

Pada Piala AFF 1998 di Vietnam, Indonesia dan Thailand sempat dua kali bertemu, salah satunya di penyisihan yang berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk Thailand.

Laga ini menjadi catatan kelam dalam sepak bola nasional. Sebab, pemain Indonesia, Mursyid Effendi, dengan sengaja mencetak gol bunuh diri pada pengujung laga.

Peristiwa tersebut sering dikenal dengan insiden sepak bola gajah. Mursyid kemudian disanksi seumur hidup oleh FIFA dengan dilarang tampil di laga internasional.

Saat duel kedua di perebutan tempat ketiga, Indonesia menang lewat babak adu penalti setelah sebelumnya bermain dengan skor 3-3.

Setahun sebelumnya, Thailand dan Indonesia sempat bertemu di final cabang sepak bola SEA Games 1997 yang berlangsung di SUGBK.

Ketika itu, cabang sepak bola SEA Games belum menerapkan pembatasan umur.

Di hadapan 110.000 pendukung tuan rumah, Thailand mengalahkan Indonesia yang ketika itu masih diperkuat Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, dan Fakhri Husaini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X