Ronaldo dan De Ligt Jadi Penyebab Kegagalan Juventus dalam Liga Champions

Kompas.com - 29/08/2019, 16:00 WIB
Kiper kedua Juventus, Wojciech Szczesny, melakukan pemanasan menjelang duel Liga Italia kontra SPAL di Allianz Stadium Turin, 25 Oktober 2017. AFP/Miguel MedinaKiper kedua Juventus, Wojciech Szczesny, melakukan pemanasan menjelang duel Liga Italia kontra SPAL di Allianz Stadium Turin, 25 Oktober 2017.

KOMPAS.com -  Wojciech Szczesny menilai Cristiano Ronaldo dan Matthijs De Ligt menjadi biang keladi kegagalan Juventus dalam ajang Liga Champions beberapa tahun terakhir.

Juventus merupakan tim tersukes di Italia. Sejak didirikan pada 1897 silam, Juventus telah memenangi 35 gelar scudetto.

Raihan Juventus itu merupakan yang terbanyak di antara klub lainnya di Italia.

Baca juga: Pemain Cadangan Juventus Bisa Beli 4 Klub Italia

Bahkan, delapan gelar juara terakhir didapat secara berturut-turut.

Jika presatsi Juventus begitu mengkilap di pentas domestik, maka lain halnya di level Eropa.

Klub berjulukan I Bianconeri itu baru mengoleksi dua trofi Liga Champions.

Terakhir kali Juventus mengangkat trofi "Si Kuping Besar" adalah pada musim 1994-1995.

Juventus pernah sangat dekat dengan gelar Liga Champions ketiganya pada musim 2016-2017.

Baca juga: Sinyal Peringatan Koeman bagi De Ligt jika Tak Masuk Tim Inti Juventus

Namun, hal itu urung terwujud karena Juventus takluk 1-4 di tangan Real Madrid pada babak final. Kala itu, Madrid masih diperkuat Cristiano Ronaldo.

Pada musim lalu, nasib Juventus lebih tragis. Mereka disingkirkan Ajax Amsterdam pada babak perempat final.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X