Hikmah dari Tersingkirnya Marcus/Kevin pada Babak Awal Kejuaraan Dunia

Kompas.com - 28/08/2019, 06:00 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya saat melawan ganda putra China, Li Jun Hui dan Liu Yu Chen dalam babak semifinal Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Ganda putra Indonesia, Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya menang dengan skor 21-9 21-13. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasangan ganda putra Indonesia, Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya saat melawan ganda putra China, Li Jun Hui dan Liu Yu Chen dalam babak semifinal Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Ganda putra Indonesia, Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya menang dengan skor 21-9 21-13.

KOMPAS.com - Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengambil hikmah dari tersingkirnya Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo pada babak kedua Kejuaraan Dunia Badminton 2019.

Tampil sebagai unggulan pertama, Marcus/Kevin secara mengejutkan kalah dari pasangan non-unggulan Korea Selatan, Choi Solgyu/Seo Seung-Jae, dengan skor 21-16, 14-21, 21-23.

Herry menilai kekalahan Minions, julukan Marcus/Kevin, tak terlepas dari faktor ketidakberuntungan.

Baca juga: Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Ahsan/Hendra dkk Dapat Sambutan Hangat

Ia pun menyebut kekalahan tersebut sebagai peringatan bagi Marcus/Kevin dan tim ganda putra secara keseluruhan untuk waspada.

"Saya ambil sisi positif dengan kekalahan Minions. Bukan saya saja yang kaget mereka kalah, tetapi dunia, dan tentunya sang pemain sendiri," kata Herry saat ditemui Kompas.com di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (27/8/2019).

"Sebenarnya ada bagusnya (dengan kekalahan ini), kami jadi tersentak bahwa kami perlu menjaga, mesti waspada," tutur dia.

Menurut Herry, kekalahan harus disikapi dengan motivasi untuk bangkit kembali.

Oleh karena itu, kekalahan harus menjadi momen bagi Marcus/Kevin memperbaiki segala kekurangan demi mencapai hasil optimal pada laga berikutnya.

Herry menyadari bahwa setiap pemain sekelas Marcus/Kevin pasti merasakan tekanan saat bertanding.

Baca juga: Kesan Pertama Bejo Latih Gelandang Anyar Persebaya

Namun, ia yakin Marcus/Kevin punya kemampuan untuk mengatasi hal tersebut, dan mewaspadai berbagai faktor.

"Intinya tidak boleh menganggap remeh karena contohnya kemarin pemain Korea mainnya nothing to lose," ucap maennya lepas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X