Harapan Ahsan/Hendra dan Susy Susanti soal Pemindahan Ibu Kota

Kompas.com - 27/08/2019, 19:40 WIB
Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan menunjukan medali emas usai mengalahkan ganda putra Jepang Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi pada babak final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019). Ahsan/Hendra menjadi juara dunia ganda putra usai menang dengan skor 25-23, 9-21, 21-15. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK AGanda putra Indonesia Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan menunjukan medali emas usai mengalahkan ganda putra Jepang Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi pada babak final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019). Ahsan/Hendra menjadi juara dunia ganda putra usai menang dengan skor 25-23, 9-21, 21-15.

KOMPAS.com - Rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur mendapatkan atensi dari berbagai pihak, termasuk insan olahraga Tanah Air.

Juara dunia bulu tangkis Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan turut berkomentar soal pemindahan ibu kota negara ke daerah Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara.

Seperti dikutip dari Antara, Selasa (27/8/2019), Hendra Setiawan menilai Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi sudah terlalu padat dengan segala aktivitasnya.

Baca juga: Presiden La Liga Sebut PSG dan Man City Ancaman Sepak Bola Eropa

"(Pemindahan ibu kota) Juga buat pemerataan penduduk dan pemerataan pembangunan juga," kata pemain bulu tangkis senior jebolan klub PB Jaya Raya itu.

Ahsan/Hendra berhasil memenangi Kejuaraan Dunia Badminton 2019 setelah pada laga final menaklukkan pasangan asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dengan skor 25-23, 9-21, 21-15.

Bagi pasangan ganda putra berjulukan The Daddies itu, predikat juara dunia bukan yang pertama.

Mereka pernah pula menjadi juara dunia pada tahun 2013 dan 2015.

Sementara untuk Hendra sendiri, dia terhitung sudah 4 kali jadi juara dunia. Satu gelar lainnya diraih bersama Markis Kido pada 2007.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo memutuskan kawasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, sebagai kawasan ibu kota baru pemerintahan.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah telah mengkaji sejumlah calon kawasan ibu kota di Pulau Kalimantan dan dipilihnya Kalimantan Timur karena memenuhi sejumlah kriteria kebutuhan kawasan ibu kota, yaitu risiko bencana yang minim dan memiliki lokasi strategis di tengah-tengah Indonesia.

Selanjutnya lokasi ibu kota batu berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, yakni Balikpapan dan Samarinda.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X