Melihat Nasib Zarco, Rossi Terkenang Pengalaman Buruknya di Ducati

Kompas.com - 25/08/2019, 15:00 WIB
Valentino Rossi Foto: DornaValentino Rossi
Penulis Alsadad Rudi
|

Pada musim berikutnya pada tahun 2012, Rossi memperbaiki peringkat naik ke posisi enam klasemen akhir.

Selama satu musim, Rossi tercatat dua kali naik podium, masing-masing finis kedua di GP Perancis dan finis kedua di GP San Marino. Pada 2013, Rossi memutuskan kembali ke Yamaha.

Oleh karena itu, Rossi mengaku bisa bersimpati dengan keputusan Zarco untuk berhenti dari KTM.

"Saya merasa agak mirip dengan masa saat saya bersama Ducati, karena pada awalnya ada banyak harapan, terutama dari saya dan dari Ducati untuk mencoba menjadi kompetitif dan mencoba untuk menang," kenang Rossi.

"Tetapi sayangnya, saya tidak kunjung cocok dengan motor (Ducati), terutama dengan bagian depan - mungkin mirip dengan yang dialami Zarco," ujar pebalap Yamaha itu.

Menurut Rossi, situasi yang dialaminya selama di Ducati telah membuatnya kehilangan motivasi. Ia juga jadi tak punya semangat mengikuti balapan.

Rossi bahkan mengaku sampai sulit tidur dan menjadi malas untuk berbicara dengan media.

"Dan itu sulit, terutama jika Anda tidak memiliki perasaaan bahagia saat mengendarai motor, semuanya terasa lebih berat," ucap Rossi.

Baca juga: Alasan Zarco ke KTM, Mau Selevel dengan Marquez

Simpati pada Zarco tidak hanya datang dari Rossi. Tapi juga pebalap asal Inggris, Cal Crutchlow.

Pada 2014, Crutchlow juga memutuskan kontraknya di Ducati lebih cepat. Namun, berbeda dengan Zarco, Crutchlow memutuskan kontrak saat sudah memastikan mendapat tim baru, yakni di LCR Honda.

Tim itulah yang masih dibelanya hingga kini. Menurut Crutchlow, Zarco kini memang berada di tempat yang salah.

"Kita tahu betapa berbakatnya dia, dia naik podium dan dia pembalap yang sangat cepat. Dia telah menjadi juara dunia (Moto2 musim 2015 dan 2016)," ujar Crutchlow.

Cruthlow menganggap Zarco memutuskan kontrak di KTM karena sudah putus asa. Ia berharap keputusan yang diambil Zarco merupakan pilihan terbaik.

"Kadang-kadang, jika Anda tidak menikmatinya, jika Anda melakukan sepanjang tahun seperti itu, itu akan menjadi tahun yang sulit. Semoga dia dapat menemukan sesuatu segera dan dapat kembali (ke MotoGP)," kata Crutchlow.

Halaman:


Sumber Motorsport
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X