Hak Siar Liga Inggris, Mola Live Arena, dan Sweeping Bagi Pelanggar

Kompas.com - 22/08/2019, 07:00 WIB
Sergio Aguero merayakan gol bersama rekan-rekannya pada pertandingan Manchester City vs Tottenham Hotspur di Stadion Etihad dalam lanjutan Liga Inggris, 17 Agustus 2019. 
AFP/OLI SCARFFSergio Aguero merayakan gol bersama rekan-rekannya pada pertandingan Manchester City vs Tottenham Hotspur di Stadion Etihad dalam lanjutan Liga Inggris, 17 Agustus 2019.

KOMPAS.com - Hak siar Liga Inggris di Indonesia dan Timor Leste mulai dari 2019 hingga 2022 menjadi milik Mola TV.

Sejak awal sekali, Mola TV menekankan tentang pentingnya memiliki izin untuk mengadakan acara nonton bareng.

"Semua tayangan Liga Inggris di Indonesia dan Timor Leste milik Mola TV," ujar Ayi Farid Wajdi selaku Chief of Distribution & Broadcast (CDB) kepada wartawan yang berkumpul pada acara launching Mola TV, medio bulan lalu.

"Industri ini butuh dukungan publik. Masyarakat jangan lagi terbiasa untuk mencari tontonan ilegal. Sudah saatnya menghargai hak cipta," lanjutnya.

Mola TV menggandeng MIX Network sebagai partner untuk mengelola Mola Live Arena, sebutan bagi venue-venue korporat dan komersiil yang berlangganan Mola TV.

COO MIX Network, Bobby Christoffer, berbicara kepada Kompas.com mengenai izin nonton bareng Premier League di Indonesia.KOMPAS.com/Firzie A. Idris COO MIX Network, Bobby Christoffer, berbicara kepada Kompas.com mengenai izin nonton bareng Premier League di Indonesia.

KOMPAS.com bertemu dengan COO MIX Network, Bobby Christoffer, untuk berbincang mengenai apa saja yang diperlukan agar suatu usaha bisa menayangkan siaran Liga Inggris secara legal dan tanpa melanggar hukum.

Berikut adalah bagian pertama dari wawancara di Jakarta pada Selasa (20/8/2019) tersebut.

Selamat pagi Pak Bobby. Pertama yang ingin saya tanyakan adalah, apa itu MIX Network?

Ya, MIX Network adalah pengelola Mola Live Arena, wadah untuk semua tempat komersial yang ingin berlangganan konten Premier League dari Mola TV.

Mola TV sendiri adalah pemain baru di Indonesia, platform penyedia konten berbasis OTT (Over the Top atau streaming) yang konten prime-nya sekarang adalah Premier League atau Liga Inggris.

Namun, ada juga konten lain seperti badminton, otomotif, rencananya untuk Formula E akan kami ambil juga.

Baca juga: Anthony Martial di Posisi Nomor 9 Man United, Lepas dan Trengginas

Sebagai pemegang hak konten tersebut, Mola TV bekerja sama dengan broadcaster FTA (Free to Air) yakni TVRI, Matrix TV yakni penyedia jasa televisi berbayar memakai parabola, dan Polytron untuk streaming device serta smart tv. 

Bagaimana cara mendaftar menjadi anggota Mola Live Arena?

Cara belangganan mudah, pertama kita bisa akses ke situs Molalivearena.com. Di situ kita bisa daftar, ada informasi harga, list siapa saja yang sudah terdaftar, dan berbagai informasi lain.

Kedua, kami juga bekerja sama dengan agen-agen regional karena para pemilik bisnis kerap lebih senang bertemu langsung dengan representatif.

Apa keuntungan menjadi anggota Mola Live Arena, selain bisa menayangkan laga-laga Liga Inggris?

Ke depannya kami punya program-program menarik.

Kami menganggap para pemilik usaha itu sebagai mitra. Oleh karena itu, kami ingin membuat undian dan segala macam.

Kalau semuanya oke malah bisa memberangkatkan para mitra berangkat ke sana.

Kami ingin para mitra juga bisa melihat bahwa kami beda dari pemegang hak siar sebelumnya.

Berapa lama proses pendaftaran tersebut?

Para pemilik usaha akan mengisi form, untuk memastikan lokasi mereka  mengisi kategori mana. Ada dua kategori, berdasarkan luasan tempat dan jumlah kamar.

Luasan tempat itu seperti kafe, restauran, atrium mall, shopping mall. Kategorinya ada dua, small dan large. Small untuk kapasitas 500 orang ke bawah.

Kalau berdasarkan jumlah kamar dibagi bintang tiga ke bawah dan bintang empat ke atas. Reguler serta premium. harganya berbeda-beda.

Baca Juga: Jelang Liverpool Vs Arsenal, Menunggu Sejarah Kembali Terulang

Setelah mendaftar, akan mendapat penawaran harga dari kami. Setelah itu mereka akan menentukan jadi join atau tidak. Ada ruang bernegosiasi di situ.

Apabila sudah membayar dan daftar, mereka lalu memilih akan memakai apa: Bisa Mola Matrix yang Full HD, Mola Polytron streaming box, dan Mola smart tv. Silakan ditentukan sendiri.

Kalau internet kurang stabil mungkin bisa memilih memakai parabola. Akan tetapi, kalau internet oke atau tidak diizinkan memasang parabola bisa memakai Mola Polytron streaming box.

Konten di Mola Polytron streaming box lebih banyak, bisa menayangkan yang lain. Seperti kemarin kami datang ke sebuah kafe di mall Jakarta Barat yang memakai Mola Polytron box dan mereka lagi menayangkan konten-konten lain.

Berapa jumlah tempat usaha yang sudah terdaftar?

Sejauh ini, kurang lebih ada 500 di seluruh Indonesia. Mungkin sebagai operator baru masih ada delay- untuk pengiriman dan pemasangan, tetapi semakin ke sini semakin cepat.

Mola Live Arena untuk membantu menjaga peruntukan bagi pelanggan rumahan dan komersial, maka kami juga ada tim sweeping di seluruh Indonesia untuk memastikan pelanggan-pelanggan itu menggunakan harga langganan yang sesuai.

Sudah ditemukan pelanggaran.

Seperti apa itu contohnya?

Sebenarnya, masih banyak yang tidak tahu. Di Batam ada food court besar berkapasitas mungkin di atas 500 orang dan mereka mendapat penawaran dari dealer Matrix.

Matrix tidak boleh dijual ke area komersial.

Lucunya, terkadang harga langganan yang diberikan oleh dealer lokal ini lebih mahal ketimbang pelanggan rumahan tetapi tidak resmi. Kasihan venue-venue tersebut.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2022 - Hadapi Indonesia, Federasi Malaysia Minta Beberapa Permintaan

Boleh dijelaskan soal pelanggaran-pelanggaran yang telah ditemukan sejauh ini oleh Mola TV dan tim?

Kami mempunyai tim sweeping offline dan online. Ada yang menggunakan boks rumahan untuk area komersial. Dua itu berbeda, untuk area komersial teknologinya sudah Full HD.

Selain itu, banyak juga yang menggunakan streaming ilegal dari luar negeri.

Secara hukum tidak boleh. Siaran dibagi secara teritori. Mola TV memegang hak eksklusif untuk Indonesia dan Timor Leste. Yang banyak masuk adalah siaran ilegal dari Thailand dan Australia.

Selain secara legal memberitahukan ke Premier League, juga ke pihak-pihak yang menyebarkan.

Ketika bersosialisasi kami bekerja sama dengan pihak-pihak yang mengawal ini di Indonesia pertama direktorat Bareskrim di Polri, ada tindak pidana tertentu dan tindak pidana ekonomi khusus.

Kami juga ke Kementerian Hukum dan HAM serta juga Hak Cipta.

Hal ini karena ada dua masalah, hak siar dan hak cipta. Apabila pengusaha daerah memiliki IPP (izin penyiaran), legal tetapi kontennya tidak berkontrak dengan pemilik hak siar di teritori tersebut.

Baca juga: Lokasi untuk Stadion Klub Milik David Beckham Terkontaminasi Arsenik

Kami sudah konfirmasi ke pihak berwenang bahwa itu pelanggaran hak siar.

Mengenai hak cipta, semua yang menggunakan konten Premier League di area komersial mempunyai kontrak berbeda dengan ranah pribadi atau perumahan.

Mereka harus langganan secara komersial.

Hal ini kami coba sosialisasikan terus. Kami sudah jalan ke 10 kota supaya pemahamannya terbentuk.

Apa harapan ke MIX Network ke depannya?

Tidak hanya Premier League tetapi hak cipta adalah sesuatu yang ada aturan mainnya dan perlindungan hukum.

Bahkan, pihak Bareskrim sempat mengutarakan bahwa di beberapa acara internasional, Indonesia terkenal sebagai negara nomor satu yang mencolong konten.

Maka dari itu, ayo kita sama-sama belajar menghargai hak cipta orang supaya hak cipta kita juga diakui. 

Mola TV membawa konten-konten internasional dan berkualitas ke Indonesia. Olahraga adalah konten yang sangat dinantikan. Mudah-mudahan nilai-nilai sportivitas bisa ditularkan dan ke depannya sepak bola Indonesia bisa lebih maju.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X