PSM Vs Persib, Kisah Kedua Tim Berebut Gelar pada Era Perserikatan

Kompas.com - 18/08/2019, 09:20 WIB
Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts (biru muda) saat tim Persib Bandung uji lapangan jelang laga lawan PSM di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu (17/8/2019). Dok Ofisial PSM MakassarPelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts (biru muda) saat tim Persib Bandung uji lapangan jelang laga lawan PSM di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu (17/8/2019).

Persib mampu mengungguli perolehan poin PSM setelah pada laga terakhir mengalahkan Persija Jakarta 3-1. Sementara PSM, bermain imbang 3-3 dengan Persebaya Surabaya.


Saling Balas di Laga Final

Persib dan PSM kembali bentrok dalam laga perebutan gelar juara Perserikatan 1966. Saat itu, kedua tim bertemu pada laga final yang berlangsung di Stadion Teladan, Medan, 17 September 1966.

Stadion Teladan merupakan venue final pengganti. Sebelumnya, pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 15 Agustus 1966.

Namun, karena ada kericuhan yang terjadi pada laga semifinal antara Persib dengan Persebaya, maka pertandingan final antara Persib vs PSM ditunda dan dipindahkan ke Medan.

Dalam laga final tersebut, PSM berhasil mengandaskan Persib dengan skor meyakinkan 2-0.

Setelahnya, cukup lama Persib dan PSM tak bersua dalam laga final atau penentuan gelar juara Perserikatan. Sampai akhirnya, Persib dan PSM kembali bersua dalam laga final Perserikatan 1993/1994. Itu adalah laga yang emosional karena menjadi pertandingan penutup kompetisi Perserikatan.

Sebab, PSSI memutuskan untuk mengubah format kompetisi dengan melebur tim-tim dari Perserikatan dan Galatama bermain di Liga Indonesia, pada musim berikutnya.

Oleh karena itu, klub yang menjadi juara dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Senayan, 17 April 1994, akan menjadi juara abadi Perserikatan.

Persib keluar sebagai pemenang. Maung Bandung menumbangkan PSM dua gol tanpa balas melalui Yudi Guntara dan Sutiono Lamso. Berkat kemenangan tersebut, Persib mengukuhkan diri sebagai jawara abadi di kompetisi Perserikatan.

Setelah berakhirnya era Perserikatan, Persib dan PSM sudah tidak pernah lagi bersaing secara langsung dalam perebutan gelar juara. Kendati begitu, bentrokan kedua klub ini tetap berlangsung sengit. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X