Gaya Main Ahsan/Hendra Berubah Sejak Kembali Berpasangan pada 2018

Kompas.com - 13/08/2019, 21:32 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan saat melawan ganda putra Jepang, Yugo Kobayashi dan Takuro Hoki dalam babak semifinal Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan menang dengan skor 17-21, 21-19, 21-17. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan saat melawan ganda putra Jepang, Yugo Kobayashi dan Takuro Hoki dalam babak semifinal Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan menang dengan skor 17-21, 21-19, 21-17.

KOMPAS.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan, dinilai melakukan perubahan gaya main sejak kembali berpasangan pada awal tahun 2018.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan saat ini menduduki peringkat kedua dunia, satu level di bawah rekan senegara mereka, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Pencapaian pasangan berjulukan The Daddies tersebut membuahkan pujian, terutama mengingat usia mereka yang sudah menginjak kepala tiga.

Ahsan akan genap berusia 32 tahun pada 7 September 2019 sedangkan Hendra Setiawan sudah berusia 34 tahun.

Baca juga: Target Realistis Ahsan/Hendra di Kejuaraan Dunia 2019

Pelatih tim ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengakui gaya main Ahsan/Hendra memang mengalami perubahan.

"Mereka sekarang lebih menekankan efisiensi penempatan bola, berbeda ketimbang dulu. Defense mereka lebih kuat," kata Herry di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Perjalanan Ahsan/Hendra pada tahun ini tercatat sangat baik.

Mereka menjuarai All England Open 2019 dan New Zealand Open 2019.

Mantan pasangan nomor satu dunia ini pun menjadi finalis pada empat turnamen lain yaitu Indonesia Masters 2019, Indonesia Open 2019, Japan Open 2019, dan Singapore Open 2019.

Hasil-hasil tersebut turut membantu kenaikan peringkat mereka.

Ahsan/Hendra menggeser ganda putra yang berusia lebih muda, Li Junhui/Liu Yuchen (China) dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang).

Baca juga: Thailand Open 2019, Ahsan/Hendra Tersisih karena Kelelahan

Selain perubahan gaya main, Herry berpendapat bahwa perubahan skala prioritas juga turut berpengaruh.

"Mereka bisa bertahan sampai sekarang ya tidak lepas karena mereka sama-sama sudah berkeluarga," tutur Herry melanjutkan.

"Tanggung jawab beda, jadi penampilan mereka juga berbeda."

Pada Kejuaraan Dunia 2019, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dianggap Herry Iman Pierngadi tetap punya peluang untuk menjadi juara sekaligus mengulangi prestasi pada tahun 2013 dan 2015.

"Mereka bisa juara. Apalagi, Ahsan/Hendra sudah teruji dan bisa membuktikan diri," ucap dia. (Lariza Oky Adisty)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BolaSport
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X