Meski Gugur di Thailand Open, Marcus/Kevin Dinilai Sudah Luar Biasa

Kompas.com - 04/08/2019, 18:29 WIB
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon saat melawan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Marcus-Kevin keluar sebagai juara setelah menang 21-19, 21-16. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGGanda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon saat melawan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Marcus-Kevin keluar sebagai juara setelah menang 21-19, 21-16.

KOMPAS.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo, dinilai sudah menorehkan pencapaian luar biasa meski mereka tersingkir dari turnamen Thailand Open 2019.

Penilaian itu disampaikan langsung oleh pelatih Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di pemusatan latihan nasional PP PBSI, Herry Iman Pierngadi.

Menurut Herry, setelah juara Indonesia Open 2019 dan Japan Open 2019, pasangan berjulukan Minions itu memang mengalami kelelahan fisik.

Baca juga: AC Milan Resmi Datangkan Ismael Bennacer

Tak heran, ketika berhadapan dengan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang) pada perempat final Thailand Open 2019, Marcus/Kevin tak dapat mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.

"Mereka sudah capek, jadi fokus dan konsentrasinya menurun. Endo/Watanabe juga bermain bagus," kata Herry yang dikutip dari Badminton Indonesia, Minggu (4/8/2019).

"Marcus/Kevin sebetulnya sudah tahu pola main untuk mengalahkan lawan mereka kali ini, tetapi memang kondisi badannya tidak mendukung. Main di dua final beruntun itu melelahkan, menurut saya mereka seperti ini sudah luar biasa," tutur dia.

Sang lawan, Hiroyuki Endo, juga tak menampik bahwa dia dan Yuta Watanabe bisa mengalahkan Marcus/Kevin karena keunggulan stamina.

Mengetahui fisik Marcus/Kevin sedang mengendur, Endo dan Watanabe pun memanfaatkan situasi tersebut demi memastikan langkah ke fase berikutnya.

"Kami menyadari bahwa Kevin/Marcus staminanya menurun. Mereka tampil baik di dua kejuaran sebelumnya," ujar Endo.

"Sedangkan kami belum bisa maksimal, jadi kami merasa kali ini kami harus mengambil kesempatan ini," tutur dia melanjutkan.

Pasangan ganda putra senior Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan juga mengalami kelelahan.

Baca juga: Saingi Man United dan Tottenham, Real Madrid Ikut Buru Bruno Fernandes

Ahsan/Hendra menjadi lawan Marcus/Kevin pada babak final turnamen Indonesia Open dan Japan Open.

Alhasil, Ahsan/Hendra pun terhenti pada babak pertama. Mereka dikalahkan Ong Ywe Sin/Ee Yi Teo dengan skor 21-18, 16-21, 21-23.

"Memang kelihatan Hendra dan Ahsan juga kelelahan, dari pengembalian bola-bolanya, mereka capek habis ke final di dua turnamen beruntun," kata Herry.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X