Kompas.com - 03/08/2019, 11:20 WIB
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, berbicara kepada wartawan soal sanksi yang diterimanya, Jumat (8/3/2019) malam WIB. KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAManajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, berbicara kepada wartawan soal sanksi yang diterimanya, Jumat (8/3/2019) malam WIB.

BANDUNG, KOMPAS.com - Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, keberatan dengan sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada dirinya.

Dalam hasil sidang Komdis PSSI, Rabu (31/7/2019), Umuh dijatuhi sanksi percobaan berupa larangan masuk ke stadion selama 3 (tiga) bulan, sampai akhir putaran pertama kompetisi tahun 2019.

Hukuman tersebut diberikan lantaran Umuh dianggap melontarkan kata-kata tidak pantas kepada wasit yang memimpin laga antara Persib vs Bali United, pada pekan ke-11 lalu.

"Saya sendiri tidak tahu berbicara apa kepada wasit. Demi Allah, saya lupa dan tidak tahu berbicara apa pada saat itu," kata Umuh saat ditemui di kediamannya, daerah Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/8/2019) malam WIB.

Baca juga: Siapa Haryanto, Pecinta Bulu Tangkis yang Disanjung Jojo?

 

Umuh kemudian mengkritisi mekanisme sanksi yang dijatuhkan Komdis kepada klub atau individu terhukum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, mekanisme pemberian sanksi oleh Komdis terkesan seenaknya.

Komdis tidak memberikan kesempatan kepada terhukum untuk menjelaskan kronologis kejadian yang disorot.

Menurut Umuh, Komdis seharusnya memanggil dahulu pihak-pihak yang bersangkutan dengan perkara yang disorot, sebelum memutuskan tim atau seseorang itu bersalah atau tidak.

"Nah ini kan tahu-tahu ada surat dan langsung saja dikeluarkan sanksi seperti itu. Ini aturan apa dan dari mana. Dari dulu aturan ini tidak diubah dan selalu seenaknya," sambung dia.

Sosok yang sudah 10 tahun menjabat sebagai manajer Persib itu mengakui, PSSI memberikan kesempatan baginya untuk banding.

Syaratnya harus membuat surat sanggahan sebagai pembelaan.

"Sekarang katanya saya harus bikin surat sanggahan atau minta maaf, tidak ada. Silahkan saja kalau sudah diputuskan seperti itu," tuturnya.

Umuh menyatakan tidak akan mengajukan banding. Apalagi membuat surat sanggahan atas sanksi yang diterimanya itu.

Umuh mengatakan, haram baginya memohon keringanan atas sanksi yang diterimanya dari Komdis PSSI.

"Sekarang saya dihukum seperti ini, dikasih sanksi, dan haram buat saya harus memohon pengampunan kepada mereka," katanya.

Baca juga: Terinspirasi Messi dari Jepang, 19 Pemain Dikirim ke Spanyol

"Biarkan saja mereka. Biarkan publik tahu, masyarakat tahu bagaimana kinerja PSSI sekarang," ucap Umuh.

Dalam agenda sidang Komdis PSSI tanggal 31 Juli itu, ada tiga poin hukuman yang didapatkan Persib.

Selain sanksi yang dijatuhkan kepada Umuh, klub berjulukan Maung Bandung itu juga dikenai sanksi denda sebesar Rp 50 juta akibat menerima 5 kartu kuning dalam satu pertandingan.

Saat itu, Persib melakoni partai tandang melawan PSIS Semarang, Minggu (21/7/2019), di Stadion Moch Soebroto, Magelang.

Sanksi berupa denda juga dibebankan kepada Persib saat menggelar partai kandang melawan Bali United, Jumat (26/7/2019).

Para pendukung Persib melakukan pelemparan botol pada laga tersebut sehingga klub dijatuhi denda sebesar Rp 90 juta.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.