Jill Ellis Resmi Mengundurkan Diri dari Timnas Putri AS

Kompas.com - 31/07/2019, 13:03 WIB
Jill Ellis dan Carli Lloyd didaulat menjadi pelatih dan pemain putri terbaik di FIFA Ballon dOr 2015, Seniin (11/1/2016). FABRICE COFFRINI/AFPJill Ellis dan Carli Lloyd didaulat menjadi pelatih dan pemain putri terbaik di FIFA Ballon dOr 2015, Seniin (11/1/2016).

KOMPAS.com - Jill Ellis, pelatih yang membawa timnas putri Amerika Serikat menjuarai Piala Dunia Wanita secara beruntun, resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Meski begitu, Ellis baru benar-benar meninggalkan timnas putri AS pada Oktober mendatang.

Pada Selasa (30/7/2019), situs resmi sepak bola AS telah mengonfirmasi kabar tersebut.

"Jill Ellis, yang memimpin timnas putri AS menang beruntun pada ajang Piala Dunia Wanita di Kanada (2015) dan Perancis (2019), akan mengundurkan diri sebagai pelatih kepala setelah selesainya tur kemenangan pada awal Oktober (2019)," tulis situs resmi tersebut.

Baca juga: Piala Dunia Wanita, FIFA dan Presiden Perancis Jadi Korban Cemoohan

Ellis yang lahir di Inggris tetapi memiliki kewarganegaraan AS, menolak melanjutkan karier kepelatihannya untuk menangani timnas putri AS di Olimpiade 2020 mendatang.

Ia mengatakan telah menentukan keputusan ini dengan matang-matang.

"Ketika saya menerima posisi kepelatihan kepala, ini adalah kerangka waktu yang saya bayangkan," ucap Ellis, dilansir The Guardian.

"Ini waktu yang tepat untuk move on dan progam tetap diposisikan demi kejayaan sepak bola putri AS. Perubahan adalah sesuatu yang selalu saya rengkuh dalam hidup dan bagi saya dan keluarga inilah waktu yang tepat," katanya.

"Saya ingin berterima kasih dan mengapresiasi pemain putri AS untuk komitmen dan semangat mereka tidak hanya untuk memenangi kompetisi tetapi juga jerih payah mereka untuk mengangkat sepak bola ini," tutur Ellis.

Sejauh ini, belum ada kabar tersiar ke mana Ellis akan berlabuh.

Dilansir dari sumber yang sama, Ellis merupakan pelatih dengan gaji termahal dunia saat menangani timnas putri AS.

Perempuan 52 tahun itu dilaporkan menerima gaji di kisaran angka 300.000 dolar - 500.000 dolar AS, atau di sekitar Rp 4,2 miliar - 7 miliar per tahun.

Baca juga: Alex Morgan, Prestasi dan Kontroversi Peraih Sepatu Perak Piala Dunia Wanita

Federasi Sepak Bola AS, mengatakan pada Selasa (31/7/2019), mereka akan mencari pengganti Ellis secepatnya.

Adapun asisten Ellis di timnas putri AS, Tony Gustavsson, juga akan mengundurkan diri bersama sang pelatih utama.

Timnas putri AS sukses mempertahankan gelar juara Piala Dunia Wanita seusai menumbangkan Belanda pada laga final.

Berlaga di Parc Olympique Lyonnais, Minggu (7/7/2019), Alex Morgan dkk menang 2-0.

Dengan hasil ini, AS semakin mengukuhkan diri sebagai pemilik gelar terbanyak dalam sejarah Piala Dunia Wanita.

AS telah mengoleksi empat trofi Piala Dunia Wanita sejauh ini. Tiga trofi sebelumnya mereka raih pada 1991, 1999, dan 2015.

The Stars and Stripes juga merupakan tim kedua yang berhasil menjadi juara Piala Dunia Wanita dua kali beruntun.

Jerman adalah tim pertama yang mencapai prestasi tersebut, yakni pada 2003 dan 2007.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X