[BERITA POPULER] Suporter PSM Makassar Tertancap Anak Panah | Kata Jokowi soal Perpanjangan Izin FPI

Kompas.com - 29/07/2019, 06:45 WIB
Suporter PSM Makassar kecewa usai laga final leg kedua Piala Indonesia 2019 ditunda. KOMPAS.com/FIRZIE A. IDRISSuporter PSM Makassar kecewa usai laga final leg kedua Piala Indonesia 2019 ditunda.

1. Suporter PSM Makassar Tertancap Anak Panah saat Keluar Stadion

Sebuah insiden terjadi setelah laga PSM Makassar vs Persija Jakarta dalam leg kedua final Piala Indonesia 2019 ditunda.

Seorang suporter PSM Makassar dipanah oleh orang tak dikenal saat hendak meninggalkan Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar, Minggu (28/7/2019) sore.

Ia tiba-tiba diserang oleh tiga orang yang mengendarai sebuah motor.

Baca selengkapnya. Baca juga:

2. Pemilik 300 Bus Transjakarta yang Terbengkalai

Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019).

Ratusan bus Transjakarta tampak terbengkalai di sebuah lahan kosong di wilayah Bogor. Pihak Transjakarta mengaku bus itu bukan milik mereka.

Milik siapa? Camat Dramaga melakukan penelusuran.

Akhirnya diketahui siapa pemilik ratusan bus itu. Baca selengkapnyaBaca juga: Bus Transjakarta Terbengkalai di Bogor Pengadaan Tahun 2013 yang Bermasalah

3. Pesan Terakhir Bripka Rachmat Effendy, Polisi yang Ditembak Polisi

Personel kepolisian membawa jenazah Bripka Rahmat Effendy untuk dimakamkan di Rumah Duka Tapos, Depok, Jawa Barat, Jumat (26/7/2019). Bripka Rahmat Effendy tewas setelah ditembak sesama anggota polisi Bripda RT di Polsek Cimanggis Depok. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wpa/pras.ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA Personel kepolisian membawa jenazah Bripka Rahmat Effendy untuk dimakamkan di Rumah Duka Tapos, Depok, Jawa Barat, Jumat (26/7/2019). Bripka Rahmat Effendy tewas setelah ditembak sesama anggota polisi Bripda RT di Polsek Cimanggis Depok. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wpa/pras.

Sesaat sebelum tewas ditembak juniornya, Bripka Rachmat Effendy diketahui mengirim foto dan pesan terkait aktivitasnya sebagai Ketua Pokdarkamtibmas Cimanggis, ke grup WhatsApp (WA) para rekan kerjanya di staf Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya.

Foto yang diunggahnya adalah saat Bripka Rachmat berhasil mengamankan satu pelaku tawuran di wilayahnya di Cimanggis.

Turut pula dia mengirim foto senjata tajam berupa celurit yang berhasil ia amankan dari pelaku tawuran.

Apa pesan yang menyertai gambar clurit itu? Baca selengkapnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X