Kompas.com - 24/07/2019, 08:37 WIB
Pemain Arema FC, Sylvano Momvalius seusai mencatak gol ke gawang Perseru Badak Lampung FC pada Pekan 9 Liga 1 2019 yang berakhir dengan skor 4-1 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (16/07/2019) malam. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPemain Arema FC, Sylvano Momvalius seusai mencatak gol ke gawang Perseru Badak Lampung FC pada Pekan 9 Liga 1 2019 yang berakhir dengan skor 4-1 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (16/07/2019) malam.
 
MALANG, KOMPAS.com - Pada 30 Maret 2019, Arema FC pernah punya kenangan manis saat mampu mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor telak 4-0 pada babak perempat final Piala Presiden.
 
Hasil itu juga yang mengawali langkah Hamka Hamzah dkk mampu meraih juara turnamen edisi tahun 2019 tersebut.
 
Empat bulan kemudian, 26 Juli 2019, Arema berpeluang kembali mengulang kemenangan tersebut saat bersua Bhayangkara FC pada pekan 11 Liga 1.
 
Akan tetapi, pelatih Milomir Seslija menganggap kondisi saat ini dengan Piala Presiden sudah berbeda karena Bhayangkara FC menambah amunisi dua pemain asing pada sosok Flavio Beck dan Ramiro Fergonzi.
 
 
"Kondisi sekarang berbeda dengan Piala Presiden. Mereka ada dua pemain baru sekarang, tetapi striker mereka tak bisa main lawan Arema," kata Milomir.
 
"Namun, mereka masih ada Flavio yang berkualitas bagus," ucapnya.
 
Pelatih yang akrab disapa Milo ini juga memuji barisan pemain lokal Bhayangkara FC yang dianggap memiliki kecepatan berbahaya sehingga mampu membahayakan pertahanan Arema.
 
 
"Pemain lokal mereka juga bagus, punya kecepatan, dan beberapa adalah pemain timnas. Tentu kami harus mewaspadai mereka, terutama serangan balik mereka," katanya.
 
Milo akan mencoba membongkar pertahanan Bhayangkara yang dinilai tak begitu tangguh.
 
Namun, dia juga mengawasi lini depan lawan yang telah mencetak banyak gol hingga pekan 10.
 
Pelatih Arema FC asal Bosnia, Milomir Seslija. KOMPAS.com/SUCI RAHAYU Pelatih Arema FC asal Bosnia, Milomir Seslija.
 
 
Hingga saat ini, Bhayangkara FC telah mencetak 16 gol dan kebobolan 13 gol.
 
"Masalah mereka adalah lini pertahanan karena mereka kebobolan banyak gol, tetapi mereka juga mampu menciptakan banyak gol," kata pelatih asal Bosnia ini. 
 
 
Meski tak mau mengungkap strategi yang akan dipakai, Milo memastikan timnya sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan tiga poin.
 
"Yang jelas Bhayangkara adalah sebuah tim yang berbahaya, tetapi kami tahu mereka dengan baik dan tahu apa yang harus dilakukan," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X