Tira Persikabo 10 Laga Belum Kalah, RD Ingatkan Rekor Tak Penting

Kompas.com - 22/07/2019, 09:30 WIB
Pemain Persebaya Surabaya Otavio Dutra (kanan), dijaga ketat pemain Tira Persikabo Khurshed Beknazarov pada Pekan 10 Liga 1 2019 yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Minggu (21/07/2019) malam. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPemain Persebaya Surabaya Otavio Dutra (kanan), dijaga ketat pemain Tira Persikabo Khurshed Beknazarov pada Pekan 10 Liga 1 2019 yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Minggu (21/07/2019) malam.

SURABAYA, KOMPAS.com - Tira Persikabo menjadi tim yang paling disorot saat ini.

Keberhasilan mereka tak terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir membuat mereka nyaman di puncak klasemen sementara Liga 1. 

Tim-tim sebesar Persib Bandung, Persija Jakarta, Arema FC hingga terbaru Persebaya tak mampu mengalahkan tim yang bermarkas di Stadion Pakansari ini.
 
Namun, pelatih Rahmad Darmawan mengingatkan pemainnya untuk tak menggubris raihan yang sudah didapat dan fokus pada pertandingan selanjutnya.
 
 
"Saya selalu ingatkan kepada pemain, jangan mengingat pertandingan yang sudah lewat dan ke depan fokus menghadapi laga selanjutnya," ucapnya.
 
Pelatih yang akrab disapa RD ini menegaskan, timnya lebih fokus pada kekuatan calon lawan yang akan dihadapi daripada berpikir soal rekor belum pernah kalah.
 
Ia juga mengingatkan pemainnya agar tidak sombong dengan catatan yang sudah dibuat.
 
"Yang paling penting melihat kekuatan lawan daripada mikirin rekor, mikirin belum kalah, dan sebagainya," tuturnya.
 
"Saya sudah bilang ke pemain agar tetap menapak bumi, jujur pemain kami ini pemain yang dominan muda, jadi saya ingin mereka tetap down to earth soal rekor dan sebagainya itu perjuangan nasib baik kita saja," kata RD.
 
 
Keberhasilan Tira Persikabo hingga pekan 10 Liga ini tak lepas karena evaluasi pada ajang Piala Presiden lalu.
 
Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan.KOMPAS.com/SUCI RAHAYU Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan.
 
RD menyatakan faktor emosi adalah yang paling penting pada kondisi tim.
 
Pelatih berusia 52 tahun ini sering mengingatkan anak asuhnya agar tidak mengumbar emosi saat pertandingan berlangsung.
 
"Evaluasi Piala Presiden kemarin terlalu sering mengumbar emosi yang membuat kami tidak fokus. Saya ingatkan mereka soal emosi sewajarnya karena kalau berlebihan bisa kena kartu," ucapnya.
 
"Jika mampu kendalikan emosi, kami akan menyelesaikan laga dengan baik," kata RD.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X