Robert Alberts Akui Kehilangan M Natshir Jadi Kerugian Besar Persib

Kompas.com - 12/07/2019, 20:40 WIB
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, saat mendampingi timnya di leg kedua delapan besar Piala Indonesia melawan Borneo FC, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAPelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, saat mendampingi timnya di leg kedua delapan besar Piala Indonesia melawan Borneo FC, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, beberapa waktu lalu.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, mengatakan, kehilangan Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby menjadi kerugian besar bagi Maung Bandung.

Kiper Persib itu harus menepi selama lebih kurang enam bulan karena cedera tulang kering tibia dan fibula kaki kirinya mengalami fraktur (patah).

Cedera tersebut dialami Deden, sapaan akrab M Natshir, setelah berbenturan dengan pemain Persija, Bruno Matos, saat kedua tim bertemu pada pekan kedelapan Liga 1 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Saat benturan terjadi, kaki kiri Deden salah pijakan yang membuat tulang kering kaki kirinya mengalami fraktur. Deden pun tak bisa melanjutkan pertandingan.

Baca juga: Kondisi Terbaru Kiper Persib M Natshir Setelah Jalani Operasi

Setelah mendapatkan perawatan di lapangan, ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Malam harinya, setelah kejadian, kiper 25 tahun itu langsung naik meja operasi untuk mempercepat proses pemulihan.

"Sangat disayangkan karena Natshir sedang dalam performa yang bagus untuk kembali menjadi pilihan pertama di tim," kata Robert di Graha Persib, Kota Bandung, Jumat (12/7/2019).

"Namun, ada fraktur di kakinya dan itu merupakan salah satu cedera paling buruk yang dialami oleh pesepak bola," katanya. 

Baca juga: Usai Persija Vs Persib, SUGBK Rusak dan Berujung Denda Rp 300 Juta

Robert berharap Deden bisa pulih lebih cepat. Tidak hanya itu, Robert pun mengharapkan mental Deden tidak turun karena cedera tersebut.

Pelatih berusia 64 tahun itu mengerti bahwa Deden sedang menghadapi situasi yang sulit.

Sebab, cedera tersebut masuk dalam kategori cedera parah. Namun, Robert yakin Deden bisa segera kembali ke permainan terbaiknya.

"Kami berdoa dan percaya Natshir bisa cepat kembali dan tetap dalam kemampuan terbaik ketika sudah pulih," kata Robert.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Turun, Persib Bandung Sambut Positif

Menakar peluang untuk Aqil Savik

Cederanya Deden membuat Persib tinggal menyisakan I Made Wirawan dan Muhammad Aqil Savik di posisi penjaga gawang.

Melihat kecenderungannya, I Made akan menjadi kiper utama Maung Bandung menggantikan posisi Deden.

Sementara itu, Aqil yang sebelumnya berstatus sebagai kiper ketiga akan menjadi pelapis I Made.

Hal tersebut tentu membuat peluang Aqil untuk tampil di kompetisi resmi bersama Maung Bandung terbuka.

Sebab, sejak promosi ke tim senior Persib pada musim 2018, Aqil belum sekali pun diturunkan.

Baca juga: Andai Pertandingan Lebih Lama 5 Menit, Persib Bisa Menang atas Persija

"Aqil selalu mempunyai kesempatan, dia masih muda dan cukup bertalenta. Namun, jika dibanding dengan Made dan Natshir, Aqil masih kalah soal pengalaman," ucap Robert.

Meski begitu, Robert tak menutup kemungkinan bagi Aqil untuk bermain pada salah satu pertandingan di kompetisi musim ini.

Sebab, mantan penjaga gawang timnas U-19 itu butuh jam terbang untuk meningkatkan kualitasnya.

"Namun, kiper harus selalu standby dan saling mendukung satu sama lain ketika latihan. Aqil sudah siap untuk bermain di level ini," kata Robert. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X