Dilatih Antonio Conte, Bek Inter Milan Akui Lebih Banyak Berkeringat

Kompas.com - 12/07/2019, 07:00 WIB
Antonio Conte berpeluang ambil alih kursi kepelatihan Allegri di Juventus, Kamis (18/4/2019)AFP Antonio Conte berpeluang ambil alih kursi kepelatihan Allegri di Juventus, Kamis (18/4/2019)

KOMPAS.com - Bek Inter Milan, Stefan de Vrij, merasakan adanya peningkatan intensitas dalam sesi latihan latihan sejak timnya ditangani oleh Antonio Conte.

Conte dinilai sebagai pelatih yang memiliki mentalitas pemenang, sehingga ini menjadi momen bagi De Vrij untuk mengembangkan diri dan menjadi pemain penting di Inter.

Baca juga: Vietnam Incar Tuan Rumah Laga Piala Dunia 2026

Saya ingin mengembangkan level permainan saya dan tumbuh menjadi pemain yang penting untuk tim ini," ujar De Vrij yang dilansir dari Tuttosport, Kamis (11/7/2019).

"Conte adalah pelatih pemenang. Hal itu sangat jelas karena dia membuat kami bekerja dengan intensitas tinggi saat latihan, dan membuat sesi itu seolah seperti pertandingan."

De Vrij berpendapat bahwa perlu waktu bagi Inter untuk bisa menjadi penantang serius dalam perburuan gelar juara Liga Italia.

Krzysztof Piatek terjatuh saat berduel dengan Stefan de Vrij pada pertandingan derbi AC Milan vs Inter Milan di San Siro dalam lanjutan Serie A Liga Italia, 17 Maret 2019. AFP/MIGUEL MEDINA Krzysztof Piatek terjatuh saat berduel dengan Stefan de Vrij pada pertandingan derbi AC Milan vs Inter Milan di San Siro dalam lanjutan Serie A Liga Italia, 17 Maret 2019.

Namun, di bawah kendali Conte yang notabene pernah membawa Juventus jawara Italia dalam tiga musim beruntun (2012, 2013, dan 2014), De Vrij optimistis Inter bisa berjaya kembali.

"Saya berjanji akan memberikan yang terbaik demi membawa Inter kembali ke puncak," ucap De Vrij.

"Seperti yang dikatakan Conte, kami akan selalu meninggalkan lapangan dengan jersey kami yang basah karena keringat."

Antonio Conte resmi menjadi pelatih baru Inter Milan mulai musim 2019-2020. Kepastian Antonio Conte menjadi pelatih resmi Inter Milan pada 31 Mei 2019.

Conte masuk menggantikan Luciano Spalletti yang dicopot dari jabatannya sebagai pelatih seusai Inter "cuma" finis di posisi ke-4 klasemen Liga Italia.

Bagi Conte, Inter akan menjadi klub pertama yang dilatihnya seusai hengkang dari Chelsea pada musim panas tahun lalu.

Baca juga: Real Madrid Jual 6 Pemain Ini demi Paul Pogba

Pindah ke Inter juga menimbulkan reaksi besar di kalangan suporter Liga Italia. Hal itu tak terlepas dari status Conte sebagai mantan pelatih Juventus.

Inter dan Juventus merupakan rival. Pertempuran keduanya disebut sebagai Derbi Italia.

Wajar ada sejumlah petisi dari suporter Juventus untuk mencoret nama Conte dari sejarah klub dengan warna identitas hitam-putih tersebut.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X