Kompas.com - 11/07/2019, 21:30 WIB
Penyerang Argentina, Lionel Messi, menunduk setelah pemain Paraguay, Richard Sanchez, mencetak gol pada laga grup Copa America 2019 di Stadion Belo Horizonte, Brasil, 20 Juni 2019. Douglas Magno / AFPPenyerang Argentina, Lionel Messi, menunduk setelah pemain Paraguay, Richard Sanchez, mencetak gol pada laga grup Copa America 2019 di Stadion Belo Horizonte, Brasil, 20 Juni 2019.

"Ketika itu, Argentina seharusnya bisa menang kontra Jerman. Mereka hanya kurang beruntung dalam laga itu," ujar pria yang telah menjadi jurnalis sejak 1994 tersebut.

Selain apa yang dikatakan Vickery, sebenarnya ada satu lagi tim hebat Argentina di level junior, yakni skuad pemenang medali emas di Olimpiade Beijing 2008.

Lionel Messi, bersama pemain-pemain seperti Pablo Zabaleta, Angel Di Maria, Juan Roman Riquelme, Sergio Aguero, dan Ever Banega mengalahkan Nigeria di final.

Akan tetapi, tim hebat terakhir itu pun tak mampu menyumbang pemain mumpuni terutama di sektor kiper dan lini belakang, ke skuad senior.

Sang pandit mencontohkan dua momen kunci di mana keterbatasan pemain belakang Argentina terekspos di Copa America 2019 yakni ketika melawan Paraguay di fase grup dan saat menghadapi Brasil.

Baca Juga: Masih Trauma, Andy Murray Belum Mau Kembali Bermain di Sektor Tunggal

"Sebelum memberi assist, penyerang Paraguay, Miguel Almiron, berlari lebih cepat dengan menggiring bola ketimbang para bek Argentina yang lari tanpa bola," lanjutnya. "Pada laga semifinal lawan Brasil, Gabriel Jesus bisa menerobos melewati dua bek tengah Argentina dengan mudahnya."

Baginya, Timnas Argentina sangat membutuhkan dua bek tengah baru dan seorang kiper anyar. Menurut Vickery, di sini letak tragedi Lionel Messi bersama Timnas Argentina.

"Ekspektasi kepadanya besar untuk mengangkat tim yang selalu punya defisiensi di sektor-sektor tersebut," tutur pria yang sudah 20 tahun lebih tinggal di Brasil tersebut.

Ia pun lalu ditanya mengenai keuntungan apa yang akan dirasakan Timnas Argentina apabila Lionel Messi memutuskan pensiun suatu hari nanti.

Menurutnya, Lionel Messi adalah solusi dan bukan bagian dari masalah. Ia mencontohkan bahwa setelah Piala Dunia 2018, Albiceleste selalu kesulitan dan hanya bisa menang tipis apabila Messi absen.

Baca Juga: Galacticos Dunia Basket! Real Madrid Rekrut Pemain Terbaik Liga Spanyol

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.