Indonesia Open 2019, Panitia Siap "Sulap" Istora Senayan

Kompas.com - 11/07/2019, 16:40 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berupaya mengembalikan kok dari lawan mereka, Satwik Rankireddy/Chirag Shetty (India), pada laga partai kedua perempat final beregu putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (20/8/2018).
BADMINTON INDONESIA Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berupaya mengembalikan kok dari lawan mereka, Satwik Rankireddy/Chirag Shetty (India), pada laga partai kedua perempat final beregu putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (20/8/2018).

KOMPAS.com - Dalam waktu 5 hari ke depan, turnamen Indonesia Open 2019 bakal digelar. Tak hanya para atlet yang bersiap untuk mengikuti turnamen bergengsi level Super 1000 itu, tetapi juga panitia pelaksana.

Turnamen Indonesia Open 2019 rencananya bakal diselenggarakan di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, 16-21 Juli 2019. 

Baca juga: PSS Vs Persebaya, Daftar Pemain Bajul Ijo, Balde Absen

Dari segi persiapan fisik, Istora Senayan bakal "disulap" menjadi surganya pencinta bulu tangkis.

Sepanjang turnamen, para pencinta bulu tangkis tak cuma disajikan tontonan dari para atlet kelas dunia.

Mereka nantinya juga akan dimanjakan dengan berbagai sajian menarik, di antaranya kesempatan berinteraksi langsung dengan para atlet melalui acara meet and greet

Panitia pelaksana (panpel) memulai persiapan pada Kamis (11/7/2019) hari ini, dengan diawali pembuatan lapangan pemanasan (warming up hall).

Target pemasangan lapangan dan suasana stadion diharapkan mencapai 90 persen pada Minggu (13/7/2019).

Sementara itu, finalisasi kemungkinan bakal dilakukan pada sehari setelahnya, yakni Senin (14/7/2019). 

"Persiapan secara organisasi sudah berjalan dengan baik dan sekarang kami konsentrasi ke persiapan fisik kalau dari segi kepanitiaan," kata Achmad Budiharto selaku Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Open 2019.

"Dari segi pemain, sudah ke pematangan di teknik dan strategi permainan," tutur pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP PBSI itu. 

Tiket ludes terjual

Panitia juga telah mengantisipasi besarnya animo penonton. Seperti diketahui, penjualan tiket secara online telah diserbu oleh para pecinta bulu tangkis hingga sold out.

"Untuk penjualan tiket online memang sudah tidak bisa kami layani lagi, tetapi masih akan ada tiket yang dijual on the spot. Jumlahnya paling tidak 100 tiket untuk masing-masing kelas per hari," ujar Budiharto

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X