Kompas.com - 10/07/2019, 22:50 WIB
Caketum PSSI, M Iriawan alias Iwan Bule menonton laga Persija vs Persib di SUGBK (10/7/2019). KOMPAS.com/FERRILDENNYSCaketum PSSI, M Iriawan alias Iwan Bule menonton laga Persija vs Persib di SUGBK (10/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Ketua Umum (Caketum PSSI) Komjen Pol M Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule menyisihkan waktunya untuk menonton laga Persija Jakarta versus Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (10/7/2019).

Iwan Bule bersyukur laga berjalan aman dan lancar.

Pada yang yang berkesudahan imbang 1-1 itu, suporter Persib, Bobotoh dan Viking memang dilarang untuk hadir ke SUBGK.

Bobotoh dan Viking dikenal berseteru dengan Jakmania, sebutan pendukung Persija.

Baca juga: Persija Vs Persib, Marko Simic Apresiasi Dukungan Fantastis Jakmania

Perseteruan antar suporter memang sering terjadi di sepak bola nasional.

Tidak hanya antar pendukung Persija dan Persib, perpecahan pendukung Arema (Aremania) dan Persebaya Surabaya (Bonek) pun kerap terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut yang menjadi perhatian Iwan Bule. Salah satu misinya adalah membenahi konflik antar suporter andai terpilih sebagai Ketum PSSI nanti.

"Ada hal baru yang tadinya menjadi momok menakutkan kalau Persib main di GBK terjadi sesuatu, ternyata enggak juga. Saya berterima kasih kepada kawan saya Kapolda Metro (Irjen Pol Gatot Eddy Pramono) dan aparat gabungan," kata Iwan Bule saat ditemui usai pertandingan.

Baca juga: Persija Vs Persib, Alasan Banuelos Sering Rotasi Bruno Matos

"Ini akar yang belum terselesaikan, tapi tentu harus ada komitmen. Kami tadi diskusi dengan salah satu pengurus Persija, apa yang harus dilakukan supaya suporter tidak bermasalah terus. Ini sedang kami cari solusi pelan-pelan karena di atas sudah selesai, tapi di bawah masih ada," sambungnya.

Ia pun telah menyiapkan langkah konkret demi mengusung perdamaian antarsuporter.

Menurut Iwan Bule, tak selalu harus di tribune, ia berencana mengumpulkan para suporter yang terlibat konflik dalam sebuah perkemahan.

"Tidak bisa tiba-tiba, semua pihak harus terlibat. Seperti nanti ada pertemuan kemah bareng suporter. Bukan nonton bola, tapi ada even tertentu. Jadi pelan-pelan. Nanti akan muncul dari cerita ke cerita," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.