Disanksi Rp 150 Juta, Arema FC Ingin Aremania Berikan Solusi

Kompas.com - 09/07/2019, 11:04 WIB
Suporter Arema FC, Aremania mendukung tim nya saat melawan PS Tira Persikabo yang berakhir dengan skor  1-2 di Stadion Gajayana Malang, Jawa Timur, Sabtu (29/06/2019) malam. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUSuporter Arema FC, Aremania mendukung tim nya saat melawan PS Tira Persikabo yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Gajayana Malang, Jawa Timur, Sabtu (29/06/2019) malam.
KOMPAS.com - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kembali memberikan sanksi untuk klub Arema FC karena dinilai ada perilaku buruk suporter saat pertandingan melawan PS Tira Persikabo. 
 
Dalam surat Komdis bernomor 027/L1/SK/KD-PSSI/VII/2019 disebutkan bahwa suporter Arema FC terbukti menyalakan flare dan petasan di tribune utara serta melempar botol ke dalam lapangan.
 
Atas perilaku tersebut, komdis memberikan sanksi denda sebesar Rp 150 juta kepada Arema FC karena dianggap telah terjadi pelanggaran terhadap pasal 70 lampiran 1 kode disiplin PSSI.
 
Ini adalah sanksi ketiga yang diterima Arema FC pada kompetisi Shopee Liga 1.
 
Sebelumnya, Arema telah didenda Rp 75 juta karena kerusuhan antara suporter PSS Sleman dengan Aremania pada laga perdana Liga 1.
 
Arema juga menerima sanksi kedua, yakni denda sebesar Rp 50 juta karena Aremania menyalakan flare saat laga melawan Persela.
 
 
 
Terakhir adalah perilaku Aremania saat laga Arema melawan PS Tira Persikabo.
 
Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengaku pihaknya tak pernah putus asa untuk terus melakukan edukasi kepada suporter agar tak ada lagi pelanggaran disiplin yang dilakukan.
 
Ia menegaskan juga akan terus melakukan silaturahmi ke suporter untuk berdiskusi sekaligus mencarikan solusi atas masalah tersebut.
 
"Ayo stop hentikan, jangan pernah putus asa untuk berbenah. Dari kami tentu tidak akan putus silaturahmi dengan Aremania, terutama untuk diskusi agar ada solusi dari mereka," ucap dia.
 
Sudarmaji yakin pada akhirnya silaturahmi tersebut akan membuahkan hasil positif dengan tak adanya lagi hukuman untuk Arema dan Aremania.
 
 
"Kami yakin kelak pelanggaran ini akan terhenti. Jangan sampai ini dianggap jadi tradisi pelanggaran. Karena itu harus dilawan dengan tradisi silaturahmi dan mencari solusi," kata dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X