Satu-satunya Hal yang Disyukuri Lampard dari Larangan Transfer Chelsea

Kompas.com - 05/07/2019, 15:15 WIB
Frank Lampard semasa masih menjadi pemain Chelsea. Glyn Kirk/AFPFrank Lampard semasa masih menjadi pemain Chelsea.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Larangan transfer tentu menjadi kerugian tersendiri bagi seorang pelatih.

Kondisi itulah yang kini harus dihadapi Frank Lampard.

Chelsea dikenai sanksi larangan transfer oleh FIFA selama dua tahap, masing-masing pada musim panas 2019 dan musim dingin 2020.

Sanksi diberikan setelah Chelsea dinilai melanggar aturan soal perekrutan pemain di bawah 18 tahun dari luar Inggris.

Menyikapi kondisi tersebut, Lampard menyebut masih ada satu hal yang disyukurinya.

"Bonusnya adalah saya jadi punya bulan Juli yang tenang," kata Lampard saat acara perkenalan dirinya sebagai pelatih baru Chelsea, Kamis (4/7/2019).

Lampard kemudian membandingkan situasi yang dialaminya saat mulai menangani Derby County musim lalu.

Lampard sempat semusim menangani Derby yang berlaga di Divisi Championship, kasta kedua Liga Inggris.

Baca juga: Dampak dari Lampard Latih Chelsea, Gianfranco Zola Hengkang

"Di Derby tahun lalu, agen setiap hari menelepon di mana pun saya," ujar dia.

Larangan transfer mau tak mau membuat Lampard harus menggantungkan diri pada pemain muda akademinya.

Halaman:


Sumber GOAL
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X